SEJARAH KOPERASI SEKOLAH MI AL-FAAT SIPON-BARA

SEJARAH  KOPERASI SEKOLAH
MI AL-FAAT SIPON-BARA

Alamat : Jalan Irigasi No. 1 Sipon Desa Bara Kec.Woja Kab.Dompu
Pengertian Koperasi
Koperasi sekolah  adalah koperasi yang didirikan di lingkungan sekolah Anggota-anggotanya terdiri atas siswa sekolah. Koperasi sekolah dapat didirikan pada berbagai tingkatan sesuai jenjang pendidikan. Sebagai contoh, koperasi sekolah dasar, koperasi sekolah menengah pertama, dan seterusnya. Koperasi tidak berbadan hukum. Pengurus dan pengelola koperasi sekolah dilakukan oleh para siswa di bawah bimbingan kepala sekolah dan guru-guru. Tanggung jawab ke luar koperasi sekolah dilakukan oleh kepala sekolah. Pembinaan terhadap koperasi sekolah dilaksanakan bersama antara Kantor  Menteri Negara Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Departemen Pendidikan Nasional RI dan Departemen Agama RI.
Koperasi sekolah tidak berbadan hukum seperti koperasi-koperasi lainnya karena siswa belum mampu melakukan tindakan hukum. Koperasi sekolah diharapkan menjadi sarana bagi pelajar untuk belajar melakukan usaha, mengembangkan kemampuan berorganisasi, mendorong untuk berinovasi, dan sebagainya.
Profil Koperasi Sekolah MI AL-Faat Bara
Koperasi Sekolah MI AL-Faat Bara dididirikan oleh para pengusaha kecil pada tahun 2010 yang memberi solusi dalam mengatasi kesulitan untuk mendapatkan bantuan permodalan, karena pada umumnya mereka mengelola usahanya secara tradisional untuk sekolah.
Untuk menanggulangi kesulitan tersebut pada tanggal 10 Februari 2010 diadakan pertemuan yang terdiri dari tokoh masyarakat dari ketiga etnis : pribumi, keturunan china dan keturunan arab. Mereka sepakat membentuk koperasi yang usahanya di sekolah MI AL-Faat. Dan atas dasar kesepakatan, koperasi tersebut diberi nama Koperasi Mi Al-Faat dengan harapan agar dapat memberikan jasa dan manfaat bagi anggota,gerakan koperasi, masyarakat, lingkungan dan juga para siswa dan siswi.
Sejak berdiri sampai sekarang mengikutsertakan secara aktif semua pihak dan golongan tanpa membedakan suku,ras,golongan dan agama semata-mata hanya untuk bersatu padu dalam hidup berdampingan untuk memecahkan masalah di bidang ekonomi secara bersama-sama dalam satu wadah koperasi.
VISI KOPERASI UNIT USAHA TOKO DI MI AL FAAT
Terwujudnya Koperasi MI AL-Faat yang mandiri dan tangguh dengan berlandaskan amanah dalam membangun ekonomi bersama dan berkeadilan di Indonesia.



MISI KOPERASI UNIT USAHA TOKO DI MI AL FAAT
Upaya untuk mewujudkan VISI, Koperasi  MI AL-Faat melakukan aktifitas sebagai berikut :
·         Mengajak seluruh potensi yang ada dalam masyarakat dengan tanpa membedakan suku,ras,golongan dan agama, agar mereka dapat bersama -sama, bersatu padu dan beritikad baik dalam membangun ekonomi kerakyatan secara bergotong royong dalam bentuk koperasi.
·         Membantu para pedagang kecil dan menengah didalam mobilisasi permodalan demi kelancaran usaha sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.
·         Turut membantu pembangunan ekonomi dan menunjang pelaksanaan kegiatan usaha secara aktif dengan mengajak mitra usaha lainnya.
Kiat-Kiat Keberhasilan
Mengutip dari pakar yang telah mengadakan penelitian di Koperasi MI AL-Faat, baik oleh Bapak ABD. MALIK, S.Pd.I, Bapak MUHASIR, S.Pd maupun lembaga peneliti lainnya, menyimpulkan keberhasilan Koperasi  MI AL-Faat disebabkan faktor-faktor sebagai berikut :
1.      Figur dan kharisma para pendiri.
2.      Perekrutan figure tokoh masyarakat yang berpengaruh dalam lingkungan business dalam menentukan formasi kepengurusan (manajemen).
3.      Penerapan manajemen yang terbuka dan rasional.
4.      Seleksi yang ketat dalam penerimaan anggota, sehingga mewujudkan anggota yang berpartisipasi aktif dalam segala bentuk kegiatan usaha Koperasi Koperasi Usaha TokoJasa.
5.      Mendekatkan lokasi layanan pada sentra-sentra perdagangan para anggota.
6.      Mengikutsertakan semua pihak dan golongan tanpa membedakan suku, ras, golongan dan agama sehingga dengan kesadarannya tercipta sense of belonging baik dari tingkat anggota dan para pengelolanya.
7.      Performance / penampilan perkantoran yang cukup memadai yang menumbuhkan kepercayaan dengan dukungan sarana dan prasarana yang dapat mempercepat pelayanan.
8.      Berjalannya pengkaderan dari kalangan tua yang memberikan kerpercyaaan / kesempatan kepada yang muda.
9.      Sense of business diantara pengelola, sehingga dapat mengutamakan ketepatan dan kecepatan layanan.
10.  Dukungan yang penuh dari masyarakat lingkungan dan pemerintah.
Tujuan Koperasi  MI AL-Faat
Pembentukan koperasi sekolah disini dilaksanakan dalam rangka menunjang pendidikan siswa dan latihan berkoperasi. Dengan demikian, tujuan pembentukannya tidak terlepas dari tujuan pendidikan dan program pemerintah dalam menanamkan kesadaran berkoperasi sejak dini.

Perangkat Organisasi Koperasi Sekolah  MI AL-FAAT terdiri dari :
• Rapat anggota koperasi sekolah.
• Pengurus koperasi sekolah.
• Pengawas koperasi sekolah
Koperasi di  MI ini bernama “Koperasi  MI Al-Faat” sudah berdiri selama 4 Tahun 3 Bulan, dengan anggota 40 orang.

Dalam aturan pinjaman Koperasi Sekolah

SEJARAH KOPERASI SEKOLAH MI AL-FAAT SIPON-BARA

SEJARAH  KOPERASI SEKOLAH
MI AL-FAAT SIPON-BARA

Alamat : Jalan Irigasi No. 1 Sipon Desa Bara Kec.Woja Kab.Dompu
Pengertian Koperasi
Koperasi sekolah  adalah koperasi yang didirikan di lingkungan sekolah Anggota-anggotanya terdiri atas siswa sekolah. Koperasi sekolah dapat didirikan pada berbagai tingkatan sesuai jenjang pendidikan. Sebagai contoh, koperasi sekolah dasar, koperasi sekolah menengah pertama, dan seterusnya. Koperasi tidak berbadan hukum. Pengurus dan pengelola koperasi sekolah dilakukan oleh para siswa di bawah bimbingan kepala sekolah dan guru-guru. Tanggung jawab ke luar koperasi sekolah dilakukan oleh kepala sekolah. Pembinaan terhadap koperasi sekolah dilaksanakan bersama antara Kantor  Menteri Negara Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Departemen Pendidikan Nasional RI dan Departemen Agama RI.
Koperasi sekolah tidak berbadan hukum seperti koperasi-koperasi lainnya karena siswa belum mampu melakukan tindakan hukum. Koperasi sekolah diharapkan menjadi sarana bagi pelajar untuk belajar melakukan usaha, mengembangkan kemampuan berorganisasi, mendorong untuk berinovasi, dan sebagainya.
Profil Koperasi Sekolah MI AL-Faat Bara
Koperasi Sekolah MI AL-Faat Bara dididirikan oleh para pengusaha kecil pada tahun 2010 yang memberi solusi dalam mengatasi kesulitan untuk mendapatkan bantuan permodalan, karena pada umumnya mereka mengelola usahanya secara tradisional untuk sekolah.
Untuk menanggulangi kesulitan tersebut pada tanggal 10 Februari 2010 diadakan pertemuan yang terdiri dari tokoh masyarakat dari ketiga etnis : pribumi, keturunan china dan keturunan arab. Mereka sepakat membentuk koperasi yang usahanya di sekolah MI AL-Faat. Dan atas dasar kesepakatan, koperasi tersebut diberi nama Koperasi Mi Al-Faat dengan harapan agar dapat memberikan jasa dan manfaat bagi anggota,gerakan koperasi, masyarakat, lingkungan dan juga para siswa dan siswi.
Sejak berdiri sampai sekarang mengikutsertakan secara aktif semua pihak dan golongan tanpa membedakan suku,ras,golongan dan agama semata-mata hanya untuk bersatu padu dalam hidup berdampingan untuk memecahkan masalah di bidang ekonomi secara bersama-sama dalam satu wadah koperasi.
VISI KOPERASI UNIT USAHA TOKO DI MI AL FAAT
Terwujudnya Koperasi MI AL-Faat yang mandiri dan tangguh dengan berlandaskan amanah dalam membangun ekonomi bersama dan berkeadilan di Indonesia.



MISI KOPERASI UNIT USAHA TOKO DI MI AL FAAT
Upaya untuk mewujudkan VISI, Koperasi  MI AL-Faat melakukan aktifitas sebagai berikut :
·         Mengajak seluruh potensi yang ada dalam masyarakat dengan tanpa membedakan suku,ras,golongan dan agama, agar mereka dapat bersama -sama, bersatu padu dan beritikad baik dalam membangun ekonomi kerakyatan secara bergotong royong dalam bentuk koperasi.
·         Membantu para pedagang kecil dan menengah didalam mobilisasi permodalan demi kelancaran usaha sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.
·         Turut membantu pembangunan ekonomi dan menunjang pelaksanaan kegiatan usaha secara aktif dengan mengajak mitra usaha lainnya.
Kiat-Kiat Keberhasilan
Mengutip dari pakar yang telah mengadakan penelitian di Koperasi MI AL-Faat, baik oleh Bapak ABD. MALIK, S.Pd.I, Bapak MUHASIR, S.Pd maupun lembaga peneliti lainnya, menyimpulkan keberhasilan Koperasi  MI AL-Faat disebabkan faktor-faktor sebagai berikut :
1.      Figur dan kharisma para pendiri.
2.      Perekrutan figure tokoh masyarakat yang berpengaruh dalam lingkungan business dalam menentukan formasi kepengurusan (manajemen).
3.      Penerapan manajemen yang terbuka dan rasional.
4.      Seleksi yang ketat dalam penerimaan anggota, sehingga mewujudkan anggota yang berpartisipasi aktif dalam segala bentuk kegiatan usaha Koperasi Koperasi Usaha TokoJasa.
5.      Mendekatkan lokasi layanan pada sentra-sentra perdagangan para anggota.
6.      Mengikutsertakan semua pihak dan golongan tanpa membedakan suku, ras, golongan dan agama sehingga dengan kesadarannya tercipta sense of belonging baik dari tingkat anggota dan para pengelolanya.
7.      Performance / penampilan perkantoran yang cukup memadai yang menumbuhkan kepercayaan dengan dukungan sarana dan prasarana yang dapat mempercepat pelayanan.
8.      Berjalannya pengkaderan dari kalangan tua yang memberikan kerpercyaaan / kesempatan kepada yang muda.
9.      Sense of business diantara pengelola, sehingga dapat mengutamakan ketepatan dan kecepatan layanan.
10.  Dukungan yang penuh dari masyarakat lingkungan dan pemerintah.
Tujuan Koperasi  MI AL-Faat
Pembentukan koperasi sekolah disini dilaksanakan dalam rangka menunjang pendidikan siswa dan latihan berkoperasi. Dengan demikian, tujuan pembentukannya tidak terlepas dari tujuan pendidikan dan program pemerintah dalam menanamkan kesadaran berkoperasi sejak dini.

Perangkat Organisasi Koperasi Sekolah  MI AL-FAAT terdiri dari :
• Rapat anggota koperasi sekolah.
• Pengurus koperasi sekolah.
• Pengawas koperasi sekolah
Koperasi di  MI ini bernama “Koperasi  MI Al-Faat” sudah berdiri selama 4 Tahun 3 Bulan, dengan anggota 40 orang.

Dalam aturan pinjaman Koperasi Sekolah

Represif : Penguasa atau Rakyat

 
 
Polri sudah semakin represif. Masuk rumah ibadah asal nyereduk gak beretika. Merangsek masuk kampus. Kebebasan berpendapat di bungkam tak ubahnya gaya Orba. Mahasiswa di tangkap, demonstran di selkan. Rakyat yang berontak dengan kebijakan presiden di tembak mati. Yang terpenting kebijakan sang presiden berjalan bebas hambatan. Usia kepemimpinan Jokowi baru berumur jagung, namun sudah ada yang jadi tumbal kebijakan yang tidak pro rakyat. Hati kita pasti menjerit melihat kelakuan Polri memberangus demonstran, perlakuan terhadap mahasiswa tak ubahnya teroris dan penjahat kelas kakap.

Nurani mahasiswa tidak akan tinggal diam di saat ketidakadilan mendera rakyat. Ia semacam gerakan refleks membangunkan kesadaran intelektual mereka untuk memberontak, melawan kesewenang-wenangan penguasa tiran atas rakyatnya. Tapi yang jauh lebih menjerit sebenarnya adalah rakyat kecil. Rintihan dan isak tangis mereka tidak ada yang mendengar, kecuali diri mereka sendiri dan sang Pencipta. Hanya saja mereka tidak tau bagaimana cara melawan kebijakan yang tidak pro kepada mereka. Mereka tidak punya kemampuan mengolah vokal, membentang spanduk menolak kenaikan BBM dan kebijakan yang tidak  pro rakyat lainya. Karena memang sumber daya mereka sangat terbatas.

Rakyat kecil melabuhkan harapanya kepada pemimpin. Namun, harapan itu menjadi imginasi dan khayalan semu yang tidak akan menyelesaikan persoalan yang melilit hidup mereka. Kepada siapa lagi, kalau bukan mahasiswa menjadi tumpuan harapan mereka untuk melawan. Karena mereka sadar wakil rakyat yang mewakili mereka di parlemen juga sudah terkooptasi kepentingan. Presiden Jokowi mesti merevolusi mental aparat yang membabi buta yang menangkap dan menembak mahasiswa dan rakyat. Hem, atau jangan-jangan ini instruksi sang presiden untuk memuluskan kebijakanya agar bebas hambatan.

SUMBER : https://www.facebook.com/notes/

Media dan Perpolitikan Kita

 
Media punya andil besar dalam mengedukasi masyarakat. Peran yang sangat strategis itu menempatkan media sebagai salah satu fitur demokrasi setelah kekuasaan ekskutif, legislatif dan yudikatif. Ia semacam jembatan perantara antara penguasa dan rakyat. Keberaadaanya tidak hanya sebatas sarana komunikasi antara rakyat dan penguasa, tetapi lebih jauh dari itu sebagai sarana check and balances bagi pemerintahan. Media masa juga sebagai institusi penting dalam pranata demokrasi, sebagai media untuk mempublikasikan kebijakan pemerintah. Hal ini menuntut independensi media massa serta mampu menyajikan informasi secara objektif dan transparan.

Sebaliknya, media juga memiliki peran sentral dalam mengaburkan kebenaran di tengah masyarakat. Media yang terkooptasi kepentingan penguasa akan cendrung menyajikan informasi yang tidak transparan dan objektif. Biasanya daya kritis media yang sudah terkooptasi kepentingan akan lumpuh, karena keberadaanya dikendalikan dan akan menjadi corong  titah penguasa. Penguasa yang mampu mengendalikan media berpotensi otoriter dan represif. Karena tidak ada media yang mengkritisi kebijakanya yang tidak pro rakyat.

Polariasi politik pasca pilpres yang melahirkan kekuatan politik konservatif yang di wakili KMP dan kekuatan politik liberal yang di wakili KIH. Polariasi ini juga di ikuti oleh Media dalam setiap penyajian informasi. Media sudah kehilangan jati diri dan profesionalitasnya. Ia cendrung mengikuti arah angin perpolitikan nasional. Indikator-indikator tersebut menjelaskan kepada kita bahwa media sudah terkooptasi kepentingan politik. Dan media  sudah terlampau jauh dan terlibat aktif dalam praktek politik praktis. Parahnya, polariasi tersebut sampai kepada cara berpikir masyarakat dalam menyikapi setiap kebijakan penguasa.

Belajar di mana saja, Kapan saja, Dengan siapa saja

Belajar di mana saja, Kapan saja, 
Dengan siapa saja

Belajar di mana saja, Kapan saja, Dengan siapa saja ke 1.

Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam  perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon.
Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pelajar, sedangkan respons berupa reaksi atau tanggapan pelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur, yang dapat diamati adalah stimulus dan respons, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pelajar (respons) harus dapat diamati dan diukur.

Belajar di mana saja, Kapan saja, Dengan siapa saja ke 2

Belajar adalah suatu proses yang dilakukan seseorang agar orang tersebut dapat mengetahui hal yang belum dia ketahui,mengerti apa yang sebelumnya belum dimengerti. Dalam setiap orang memerlukan sekali akan belajar, karena dengan belajar kita dapat mengetahui segala hal.Kegiatan belajar itu dapat dilakukan dimana saja tidak hanya di sekolah/kampus melainkan juga ditempat lain, misalkan di taman,museum,di rumah,dan lain sebagainya.
Menurut Logan, dkk (1976) dalam Sia Tjundjing (2001:70) belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan latihan.
Winkel (1997:193) berpendapat bahwa belajar pada manusia dapat dirumuskan sebagai suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan dan nilai sikap. Perubahan itu bersifat relatif konstan dan berbekas.
Belajar tidak hanya dapat dilakukan di sekolah saja, namun dapat dilakukan dimana-mana, seperti di rumah ataupun dilingkungan masyarakat. Irwanto (1997:105) berpendapat bahwa belajar merupakan proses perubahan dari belum mampu menjadi sudah mampu dan terjadi dalam jangka waktu tertentu.
Sedangkan menurut Mudzakir (1997:34) belajar adalah suatu usaha atau kegiatan yang bertujuan mengadakan perubahan di dalam diri seseorang, mencakup perubahan tingkah laku, sikap, kebiasaan, ilmu pengetahuan, keterampilan dan sebagainya.

Menurut Garry and Kingsley yang dikutip oleh Sudjana (1989:5), menyatakan belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku yang orisinil melalui latihan-latihan dan pengalaman.

Surat KECIL ” untuk menteri pendidikan terkait penghapusan mata pelajaran TIK

Surat KECIL ” untuk menteri pendidikan terkait penghapusan mata pelajaran TIK 
oleh : Guru MI Al-Faat Bara Dompu (madrasah desa terpencil)



Assalamualikum Wr. Wb. Saya prihatin dengan TIK (ICT) di Kurikulum 2013, apalagi setelah berdiskusi dan bertemu dengan guru-guru TIK dari berbagai daerah di Seminar AGTIKKNAS di Gedung A Senayan tanggal 26 April 2014 yang lalu. Saya melihat guru TIK & TIK di sekolah sebagai kunci dan aset yang sangat strategis untuk bangsa Indonesia ke depan. Khususnya untuk memenuhi hak azasi bangsa menjadi pandai dan dapat mengeksplorasi pengetahuan tanpa dibatasi oleh struktur sekolah, ruang kelas, bangunan dan waktu. Ini penting karena sistem pendidikan konvensional, hanya mampu menjamin 10% dari bangsa menjadi sarjana. 90% lainnya harus gigit jari karena dibatasi oleh ruang, waktu dan biaya. Saya bermimpi agar ada pemberdayaan guru TIK untuk mentransformasikan sekolah menjadi e-learning/e-school tanpa menjadikan para guru TIK sebagai sales tanpa dibayar oleh vendor software proprietary yang tidak open source. Ini sangat penting agar bangsa ini menjadi Berdaulat dan Merdeka tidak dijajah software proprietary yang tidak open source. Semoga keberadaan e-school bisa membantu menaikan throughput pendidikan agar anak kita yang masuk SD dapat jaminan menjadi sarjana 16 tahun kemudian. Saya prihatin mendengarkan cerita guru TIK yang harus menjelma menjadi guru BK, guru-guru mapel lain, bahkan menjadi jajaran birokrasi di Dinas. DIKNAS kehilangan aset yang luar biasa dan harus memulai banyak hal dari NOL jika ini dibiarkan. DIKNAS harus cepat mengubah arah gerakan ini agar fondasi pendidikan tidak goyah dan mampu untuk mendukung perubahan bangsa menuju knowledge based society. Usulan penguatan pondasi pendidikan yang terkait TIK adalah: Mata Pelajaran TIK tetap di pertahankan. Lebih baik lagi jika di kembang untuk menunjang transformasi seluruh sekolah menjadi e-learning / e-school. Ubah isi mata pelajaran TIK menjadi penunjang explorasi pengetahuan siswa. Dengan kondisi yang ada di sekolah terutama di daerah, tidak mungkin kita mengandalkan guru-guru mata pelajaran normal untuk membantu explorasi pengetahuan berbasis TIK. Saran saya, ubah isi TIK dari skill menggunakan komputer menjadi keterampilan untuk explorasi pengetahuan, seperti, simulasi berbagai bidang ilmu, akses ke e-library, online learning menggunakan moodle, dll. Berdayakan guru TIK agar mendukung explorasi pengetahuan & e-learning berbasis open source. Proses transformasi sekolah menjadi sekolah berbasis TIK hanya dimungkinkan jika kita memberdayakan dengan baik guru TIK. Kita perlu menyiapkan modul sekolah berbasis TIK dan Training of Trainer bagi para guru TIK bahkan menyekolahkan mereka ke jenjang yang lebih tinggi. Saya yakin di akhir masa jabatan Pak Nuh sebagai MENDIKNAS akan legowo dan berbesar hati untuk menanamkan fondasi yang kuat dalam dunia pendidikan agar bangsa ini dapat menjadi bangsa yang besar di wilayah Asia Tenggara. Semoga Allah memberikan kekuatan dan membalas budi baik Pak Nuh. Wassalam Wr. Wb.

Muhasir, S.Pd
Guru Kelas di MI Al-Faat Dompu NTB

CONTOH PEMBELAJARAN BERKARAKTER


DARI BUMI MENEMBUS JAGAD RAYA
Oleh :Muhasir,S.Pd

Sinopsis: adalah cerita keingintahuan seorang siswa mengenai fenomena bumi dan jagad raya di dalam kelas. Timbulnya keingintahuan siswa mengenai jagard raya mencoba bertanya apa yang ada dalam benaknya kepada guru mata pelajaran. Dengan menerapkan pendidikan karakter guru menjelaskan dengan mengedepankan ilmu pengetahuan umum dilengkapi dengan pengetahuan agama. Pembelajaran semakin menarik saat guru menjelaskan disertai animasi dan video pembelajaran mengenai alam semesta dan jagad raya. Sehingga seolah-olah siswa melihat langsung fenomena alam semesta dan jagad raya.
Pemain: Fakhri (Siswa), Bapak Edi (Guru Geografi), Andi (Siswa), Rifki (Siswa)
Suasana pagi hari di ruang kelas. Seorang guru menjelaskan materi kepada muridnya. Guru tersebut menayangkan video mengenai alam semesta dan jagad raya.
Pak Edi: Sekitar 200 milyar galaksi di alam semesta yang masing-masing terdiri dari hampir 200 bintang. Sebagian besar bintang-bintang ini mempunyai planet, dan sebagian besar planet-planet ini mempunyai satelit.
Andi: Wah luas sekali alam semesta ini. Apa beda planet dengan bintang pak?
Pak Edi: Kalau bintang memiliki cahaya sendiri, sedangkan planet tidak. Sekalipun pada malam hari planet terlihat memiliki cahaya sebenarnya berasal dari cahaya matahari.
Selanjutnya Pak Edi menayangkan animasi rasi bintang.
Andi: Oo, Berarti matahari termasuk bintang ya pak?
Pak Edi: Betul sekali.
Fakhri: Sekian banyaknya planet, bintang, dan satelit, apa tidak bertabrakan pak?
Pak Edi: Anak-anakku , firman Allah swt
Artinya:
“Demi langit yang mempunyai jalan-jalan.” (Al Qur’an, 51:7) dan
Artinya:
“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” Alquran, 51 : 47.
Lanjut Pak Edi bahwa langit itu sangat luas bahkan ilmuwanpun belum dapat mengetahui ukuran alam semesta dan apa saja isi di dalamnya. Dari sekian banyak bintang , planet dan satelit tidak akan saling bertabrakan karena ada garis edarnya. Dalam Alquran
Artinya:
“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (Al Qur’an, 21:33)
Selanjutnya Pak Edi menayangkan animasi peredaran Planet berevolusi mengelilingi matahari.
Pak Edi: Rotasi Bumi mengakibatkan terjadinya pergantian siang dan malam, Perbedaan waktu, perbedaan percepatan gravitasi bumi, pembelokan arah angin, pembelokan arus laut, dan peredaran semu harian benda-benda langit.
Sedangkan pengaruh yang disebabkan revolusi bumi yaitu pergantian musim, perbedaan lamanya siang dan malam, gerak semu matahari, dan terlihatnya rasi bintang yang berbeda dari bulan ke bulan.
Pak Edi melanjutkan penjelasannya.
Pak Edi: Namun ada masanya ketika matahari, bulan dan bumi berada pada satu garis lurus yang dikenal dengan peristiwa gerhana matahari.
Sambil menayangkan animasi fase bulan dan  animasi gerhana matahari serta gerhana bulan berikut dengan penjelasannya.
Fakhri kembali bertanya.
Fakhri: Bagaimana awal terbentuknya alam Semesta, Pak?
Pak Edi kemudian menayangkan animasi teori Big Bang.
Pak Edi: Kalangan ilmuwan modern menyetujui bahwa Big Bang merupakan satu-satunya penjelasan masuk akal dan yang dapat dibuktikan mengenai asal mula alam semesta dan bagaimana alam semesta muncul menjadi ada. Teori ini menjelaskan bahwa Jagat raya tercipta dari suatu ketiadaan sebagai hasil dari ledakan dan proses pengembangan satu titik tunggal. Firman Allah swt dalam Alquran,
أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُون.30
Artinya:
“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (Al Qur’an, 21:30).
Selanjutnya menayangkan animasi pembentukan bumi yaitu teori kabut Kant Laplace dan Teori Protoplanet.
Rifki: Pak, selain bintang, planet-planet, satelit, masih ada benda angkasa lainnya?
Pak Edi kemudian menampilkan animasi komet dan video jatuhnya meteor di Peru.
Pak Edi: Anak-anak ini namanya komet. Komet adalah anggota tata surya yang terdiri dari kepala dan ekor. Ketika mendekati matahari komet akan semakin besar dan ekornya semakin panjang. Hal ini dikarenakan ada angin matahari (solar wind) dan tekanan radiasi matahari (solar radiation).
Fakhri : Wah, bahaya kalau meteor sering jatuh ke bumi ya pak? Bisa menimbulkan korban jiwa dan menghancurkan rumah-rumah.
Pak Edi: Firman Allah swt,
وَجَعَلْنَا السَّمَاءَ سَقْفًا مَحْفُوظًا وَهُمْ عَنْ ءَايَاتِهَا مُعْرِضُونَ.32
Artinya:
“Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang ada padanya.” (Al Qur’an, 21:32)
Pak Edi melanjutkan penjelasannya.
Anakku Allah swt melindungi bumi kita dengan atmosfir. Sebagian besar meteor yang jatuh ke bumi dihancurkan oleh atmosfir. Atmosfir yang melingkupi bumi berperan sangat penting bagi berlangsungnya kehidupan dengan mencegah jatuh ke bumi sehingga membahayakan makhluk hidup. Atmosfir juga menyaring sinar-sinar dari ruang angkasa yang membahayakan kehidupan. Menariknya, atmosfir hanya membiarkan agar ditembus oleh sinar-sinar tak berbahaya dan berguna, seperti cahaya tampak, sinar ultraviolet tepi, dan gelombang radio. Semua radiasi ini sangat diperlukan bagi kehidupan. Sinar ultraviolet tepi, yang hanya sebagiannya menembus atmosfir, sangat penting bagi fotosintesis tanaman dan bagi kelangsungan seluruh makhluk hidup. Sebagian besar sinar ultraviolet kuat yang dipancarkan matahari ditahan oleh lapisan ozon atmosfir dan hanya sebagian kecil dan penting saja dari spektrum ultraviolet yang mencapai bumi. Fungsi pelindung dari atmosfir tidak berhenti sampai di sini. Atmosfir juga melindungi bumi dari suhu dingin membeku ruang angkasa, yang mencapai sekitar 270 derajat celcius di bawah nol.
Tanpa terasa bel sekolah menandakan istirahat berbunyi.
Pak Edi pun mengakhiri penjelasannya dan berpesan kepada anak-anak.
Pak Edi: Dari penjelasan bapak tadi mari kita syukuri nikmat yang telah Allah swt berikan. Dengan cara mempelajari ilmu yang bermanfaat bagi diri pribadi dan masyarakat luas. Sehingga kelak dapat membekali kalian meraih cita-cita yang tinggi. Karena kalian sebagai pemuda saat ini adalah calon pemimpin dimasa akan datang.
Sumber : https://gumuntur.wordpress.com/2012/04/19/contoh-pembelajaran-berkarakter/#more-476



.:: HUBUNGAN SEKS JUSTRU PERLANCAR PERSALINAN ::.

.:: HUBUNGAN SEKS JUSTRU PERLANCAR PERSALINAN ::.

Hamil bukan halangan berhubungan intim. Asal tahu posisi yang nyaman dan aman, suami istri masih bisa menikmatinya.

Hubungan seks yang memiliki tiga fungsi, yakni fungsi reproduksi (keturunan), rekreasi, dan ekspresi cinta merupakan kebutuhan setiap suami istri. Fungsi yang terakhir biasanya dibutuhkan wanita hamil. Selain itu dengan berhubungan intim, wanita hamil dengan tubuh membesar akan merasa dirinya makin dicintai suaminya. Sedang bagi suami, ini merupakan sebuah kebanggaan tersendiri karena dianggap mampu memberikan keturunan. Ekspresi cinta itulah yang dibutuhkan kedua pasangan ini untuk semakin mempererat hubungan pasutri mereka.

Lantas sejauh mana hubungan intim ini aman, khususnya bagi wanita hamil? Menurut Konsultan Seks dr. Boyke Dian Nugraha, SpOG,. selama dokter kandungan tidak mengatakan rawan keguguran, rentan perdarahan, berisiko pecah ketuban, atau ari-ari janin berada di bawah, hubungan intim aman untuk dilakukan. Saran Boyke lagi, jangan segan dan banyak bertanya kepada dokter kandungan dan lakukanlah konsultasi itu minimal sebulan sekali.

♦ Sperma Bikin Perut Mulas ♦
Tidak hanya untuk memenuhi ekspresi cinta, jika di usia kandungan 39-40 minggu ibu hamil tidak juga merasakan tanda-tanda persalinan pancinglah dengan melakukan hubungan intim juga bisa memancing.

Berdasarkan penelitian, sperma pria yang mengadung prostaglandin bisa mengakibatkan kontraksi pada rahim dan menyebabkan mulut rahim terbuka, selain itu bisa juga membuat perut Si Ibu terasa mulas. Sayangnya, banyak ibu hamil yang mengira salah satu penyebab keguguran adalah dikarenakan hubungan intim. Padahal, mulas dari prostaglandin tidak sampai menyebabkan keguguran, lho. “Jadi jangan disalahkan seksnya. Itu (keguguran, Red.) bisa saja terjadi karena letak rahimnya yang tidak normal (kandungan lemah), ada kelalaian pada rahim (moima atau kista), atau kelainan pada bayi (kromosom, ari-ari). Seksnya sendiri tidak mengganggu, kok, sekalipun pasutri melakukannya dengan sangat bersemangat,” terang Boyke.

♦ Bisa Tiap Hari ♦
Berapa kali sebaiknya wanita hamil melakukan hubungan intim, itu tergantung dari kebutuhan wanita hamil tersebut. Di awal kehamilan, hormon pada ibu hamil membuat beberapa wanita hamil lebih doyan melakukan hubungan intim. Dorongan seksual itu juga muncul dari suami yang merasa istrinya terlihat lebih seksi saat sedang hamil (misalnya karena tak tahan melihat payudara dan bokong istrinya yang membesar).

Saran Boyke, terima semuanya itu sebagai kewajaran. “Seberapa seringnya tidak ada batasan. Semuanya on demand (sesuai kebutuhan). Kadang ada suami yang merasa takut istrinya tidak merasa nyaman, tapi di sisi lain istrinya pengin . Ya, lakukan saja. Saya pernah punya pasien yang pada saat hamil melakukan hubungan intim sampai 12 kali dalam sehari. Tingginya dorongan seksual itu dikarenakan istri merasa lebih bahagia dan menganggap dirinya lebih sempurna di saat hamil.“

♦ Posisi yang Aman ♦

Saat sedang hamil, kadang Si Ibu merasa perlu berhati-hati melakukan segala sesuatu, khususnya berhubungan intim. Nah agar tidak sampai salah tindakan, berikut posisi hubungan intim yang aman bagi wanita hamil:

1 Di usia kehamilan muda (0-12 minggu), menurut Boyke, posisi apapun masih sangat aman dan boleh dilakukan.

2. Sedang jika usia kandungannya di atas 12 minggu, ada baiknya istri mengonsultasikan ke dokter kandungan untuk melihat kondisi kehamilannya. Biasanya sih dalam usia kandungan ini, posisi menyamping (sideways ), menungging (doggy position ), dan duduk (woman on back ) masih aman dan lebih dianjurkan untuk dilakukan. “Posisi ini masih nyaman bagi istri. Pokoknya selama dokter kandungan mengatakan aman, lakukan saja,” ujar Boyke.

3. Jika sudah mendekati usia 29-36 minggu (jelang persalinan), lebih dianjurkan untuk melakukan posisi miring (spooning ) atau duduk (sitting , woman on top ). “Doggy style /rear entry juga masih boleh, tapi kalau Si Istri merasa perutnya keberatan atau sakit, coba tahan perutnya dengan bantal untuk mendapatkan posisi nyaman.”

Kenapa Menolak?

Kehamilan itu indah, begitu juga dengan seks. Jadi selama dokter mengatakan aman, lakukanlah seks sesuai dengan kebutuhan. Jangan menjadikan kehamilan sebagai alasan untuk menolak hubungan seksual. Suami juga jangan menjadikan penolakan istri sebagai alasan mencari “jajanan” di luar. Lebih baik, lakukan komunikasi dua arah. Rundingkan soal posisi-posisi berhubungan intim yang membuat Anda dan pasangan merasa aman dan nyaman.

Namun tak jarang juga saat sedang hamil, ada istri yang tidak mau “disentuh” suaminya. Alasannya bisa jadi karena:

Termakan mitos yang mengatakan janinnya akan keguguran jika perut hamilnya tersentuh saat berhubungan seks. Ini jelas pandangan yang salah.

Seks sering dijadikan kambing hitam. Jika ada sesuatu terjadi pada kandungan, ibu hamil sering menyalahkan seks. Inilah yang kemudian membuat wanita hamil takut melakukan hubungan seksual.

Terlalu berhati-hati melakukan sesuatu kala hamil. Usahakan rileks saja.

Ada yang bilang, turunnya dorongan seks pada wanita hamil dikarenakan hormon. Yang benar, dorongan itu turun karena ngidam dan mual yang berat. Seringkali ibu hamil berkata, “Boro-boro mau berhubungan seks, wong aku aja sedikit-sedikit muntah. Masak kondisi begini aku masih harus melayani suami!”

Sejak istri hamil, suami kurang perhatian dan membuat istri merasa sendiri. Tapi, ketika butuh seks, suaminya (tanpa merasa bersalah) meminta. Jadi untuk membalasnya, istri menolak suami untuk melakukan pembalasan secara psikologi.



Note : Catatan/tulisan ini dibuat bukan untuk tujuan pornografi atau melegalkan perzinahan. Ini hanyalah sebagai sumber informasi dan sarana berbagi ilmu bagi yang sudah menikah atau hendak menikah (sebentar lagi menikah). Di luar itu, kami tidak bertanggungjawab atas penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. Terimakasih.

Posisi Strategis Kepala Madrasah 2014




Posisi Strategis Kepala Madrasah
Oleh : Muhasir,S.Pd (Kepala MI Al-Faat 1 Bara-Woja)

Seringkali saya ditanya tentang bagaimana agar madrasah mengalami 
kemajuan, dinamis, dan berkembang hingga menjadi lembaga pendidikan 
yang berkualitas unggul.  Pertanyaan semacam itu selalu saya jawab, bahwa 
kekuatan organisasi,  tidak terkecuali madrasah, selalu tergantung
 pada pimpinannya, yaitu kepala madrasahnya.

Madrasah  menjadi maju oleh karena  dipimpin oleh seorang 
 yang memiliki  kekuatan, kemauan, bersedia bekerja dan mengambil resiko
 apa saja atas kepemimpinannya itu. Lembaga pendidikan menjadi
 maju secara luar biasa oleh karena menempuh cara-cara yang luar biasa. 
Tidak ada sesuatu yang luar biasa diraih dengan cara-cara biasa. Orang
 yang berani menempuh cara yang luar biasa adalah juga orang yang luar 
biasa pula. Itulah yang menjadikan madrasah mengalami kemajuan.

Selama ini, saya selalu berpandangan bahwa keadaan sebuah instistitusi adalah merupakan
 gambaran dari pribadi pemimpin  institusi itu sendiri. Pemimpin yang lemah akan menghasilkan 
institusi yang  lemah, dan demikian pula institusi yang kuat adalah merupakan hasil dari adanya pemimpin yang
 kuat pula. Tidak pernah ada lembaga yang maju dipimpin oleh orang yang lemah, dan 
begitu pula sebaliknya.

Banyak madrasah dengan keadaannya yang berbeda-beda. Madrasah yang berubah menjadi
 maju, meninggalkan madrasah lainnya, adalah  tatkala dipimpin oleh orang yang menyandang 
kekuatan pengubah, yaitu pemimpin perubahan. Berbeda dengan itu adalah madrasah yang 
sudah lama stagnan, tidak pernah berkembang, dan sebaliknya, hanya sekedar bertahan hidup, 
maka sebenarnya hal itu disebabkan  karena kepala madrasahnya adalah orang yang tidak 
 memiliki kemampuan untuk melakukan perubahan.

Sedemikian strategis posisi kepala madrasah itu.  Kepala madrasah sehari-hari seharusnya
 berperan sebagai kekuatan penggerak terhadap semua potensi yang ada di madrasah itu. 
Diumpakan sebagai motor atau m obil, maka posisi kepala madrasah adalah bagaikan
 accu, yaitu  menjadi kekuatan penggerak. Kepala madrasah hendaknya menjadi kekuatan
 penggerak terhadap semua guru yang mengajar, semua tata usaha, dan tidak kalah 
pentingnya adalah  membangkitkan berbagai potensi lainnya untuk mendukung kemajuan madrasah.
Kekuatan Kepala Madrasah 
Sebagai kekuatan penggerak, kepala madrasah, paling tidak,  seharusnya memiliki tiga jenis
 wawasan, yaitu wawasan yang bersifat konseptual, wawasan teknis,  dan wawasan
 tentang kemanusiaan. Ketiga jenis wawasan tersebut harus dimiliki secara utuh dan atau 
menyeluruh. Tidak boleh kepala madrasah hanya memiliki wawasan yang bersifat konseptual,
 tetapi miskin wawasan yang bersifat teknis. Demikian pula keduanya itu harus dilengkapi 
dan disempurnakan dengan wawasan kemanusiaan.

Wawasan konseptual yang dimaksudkan itu adalah kemampuan memandang posisi madrasah
 yang dipimpinnya terkait dengan berbagai aspek, misalnya aspek yang bersifat filosofis
 dan kesejarahannya, politis, sosiologis, dan juga budaya yang mengitari madrasah itu. 
Kepala madrasah harus mengetahui, mengapa lembaga pendidikan umum yang berciri khas 
agama itu ada, bagaimana  sejarahnya hingga lembaga pendidikan itu dikembangkan, kaitannya 
dengan masyarakat pendukungnya, hingga cita-cita dan strategi pengembangannya ke depan.

Diumpamakan sebagai seorang sopir mobil, maka sopir itu harus paham betul terhadap 
 keberadaan dan semua aspek yang terkait dengan mobil itu. Demikian pula sebagai 
kepala madrasah,  ia harus tahu tentang semua aspek yang terkait dengan madrasah yang dipimpinnya,
 mulai dari aspek yang terkait dengan idealitas madrasah,  filosofis keberadaan madrasah, 
gambaran masa depan madrasah, dan apa sebenarnya yang dicita-citakan dari keberadaan 
 madrasah itu sendiri, dan lain-lain.


Sebagai bukti bahwa kepala madrasah memiliki wawasan yang bersifat konseptual 
itu, mereka  mampu  menjelaskan dengan gamblanbg kepada siapapun tentang madarasah 
yang dipimpinnya, mencintai, dan bahkan berani membela dengan resiko apapun terhadap institusi 
yang dipimpinnya itu.  Wawasan, komitmen, dan keberpihakan kepala madrasah harus 
lebih dibanding  dengan para guru dan pegawai yang mengajar dan bekerja di tempat itu.

Wawasan teknis sangat dibutuhkan  oleh  setiap pimpinan apapun, tidak terkecuali pimpinan 
madrasah. Adapun yang dimaksud dengan wawasan teknis adalah menyangkut kehidupan
 lembaga itu sehari-hari. Misalnya, mengetahui  bagaimana menggerakkan guru agar 
bersedia meningkatkan pengetahuan dan profesionalitasnya, bekerja dengan sepenuh hati,
 disiplin dan dedikatif, mencintai murid, dan selalu meraih prestasi terbaik. Masih terkait 
 dengan wawasan teknis, di antaranya adalah, bagaimana menjadikan madrasah mampu 
menjaga kehidupan yang tertib, disiplin, indah, memiliki aura pendidikan, dan semacamnya.   

Sedangkan yang dimaksud dengan wawasan tentang kemanusian  adalah pengetahuan tentang 
orang-orang yang sedang dipimpinnya.  Madrasah akan menjadi maju  manakala 
orang-orangnya  maju. Kepala madrasah harus berhasil mengubah orang dari semula tidak maju,
 males, bekerja asal-asalan, dan seterusnya menjadi orang-orang yang berjiwa kemajuan, rajin, 
 dan bekerja maksimal, jujur, ulet, dan penuh pengabdian. Mengubah sifat, karakter, perilaku itu 
bukan pekerjaan mudah. Tugas itu akan bisa dijalankan dengan baik, manakala  yang
 bersangkutan memiliki wawasan tentang orang-orang yang sedang dipimpinnya. Lebih dari itu, 
pemimpin akan  berhasil,  manakala mampu  memahami pikiran, hati atau suara batin, dan 
 persoalan-persoalan orang-orang  yang sedang dipimpinnya.

Ketiga jenis wawasan itu, selain akan mempermudah kepala  madrasah dalam 
 menjalankan amanahnya,  juga sekaligus akan memperkukuh tekat, niat, semangat 
kerjanya untuk meraih prestasi terbaik. Pemimpin yang memiliki wawasan secara utuh 
seperti itu menjadi tidak akan mudah digoyang oleh kekuatan apapun  dan mereka akan
 mengetahui apa yang akan dikerjakan, mau  mengerjakan, dan juga bersedia menanggung 
semua resiko yang diakibatkan dari apa yang dilakukan untuk memajukan madrasahnya.


Featured Post

PPDB Penerimaan Peserta Didik Baru Madrasah MI Al Faat Bara-Woja 2024

  Adalah singkatan dari Penerimaan Peserta Didik Baru. Merupakan sebuah halaman web yang digunakan oleh masyarakat dan calon siswa untuk men...

oke