Tampilkan postingan dengan label PEMBELAJARAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PEMBELAJARAN. Tampilkan semua postingan

Pelatihan Advokasi Transisi dari PAUD ke SD/MI

Dompu, NTB, BPMP-NTB mengadakan kegiatan Advokasi dan Pendampingan Kebijakan dan Produk Pembelajaran Transisi Paud-SD/MI Kepala Dinas Pendidikan dan Kanwil Kemenag di NTB, kegiatan ini di adakan  di Tempat Pelaksanaan Kegiatan (TPK) SMPN 1 Woja, pada hari Senin-Selasa, 21-22 Mei 2024.


Transisi dari PAUD ke SD merupakan fase di mana peran anak berubah dari peserta didik PAUD menjadi peserta didik SD/MI, serta proses adaptasi anak terhadap lingkungan belajar yang baru. Kesiapan bersekolah harus didasarkan pada tujuan pembelajaran yang sebenarnya, yaitu memastikan bahwa setiap anak memiliki dasar kemampuan yang cukup untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.


Untuk melakukan penyadaran dan perubahan perilaku dari berbagai pihak yang terlibat dalam penguatan transisi anak dari PAUD ke SD, diperlukan sebuah gerakan yang luas dan konstruktif. Gerakan ini bertujuan untuk memberikan makna dan pentingnya penguatan transisi dari PAUD hingga SD/MI kelas 2 sebagai upaya pemenuhan hak setiap anak.






Penguatan transisi dari PAUD ke SD/MI sangat penting untuk mengubah miskonsepsi yang ada di lapangan, seperti praktik tes calistung dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) dan pembelajaran yang belum memahami bahwa membangun kemampuan fondasi (kematangan sosial-emosional, literasi dan numerasi dasar, dan kemampuan fondasi lainnya) adalah proses yang bertahap dan berkelanjutan, yang dimulai sejak PAUD hingga SD/MI kelas awal.


Semoga Bermanfaat


“GURU ADALAH PETANI”

 “GURU ADALAH PETANI” 

(Sebuah Refleksi dan Filosofi Ki Hajar Dewantara)


Dmp,19-08-2022. Salam Sehat dan tetap semangat Bapak/Ibu Calon Pengajar Praktik Angkatan 7, itulah sapaan yang sering di sampaikan oleh para Instruktur dan Fasilitator saat kegiatan pembekalan secara virtual yang  berlangsung kurang lebih  15 hari kedepan. Guru hebat semuanya, Ketika pertama saya bekerja sebagai guru, ayahku, Alm. Abdul Malik bin M.Siddik, yang juga seorang muallaf, guru madrasah, pendiri pondok pesantren dan madrasah swasta memberikan nasehat kepadaku.

"Anakku, sekarang engkau akan memasuki sebuah dunia yang betul-betul memanggul tanggungjawab besar. Karena perkara ini bukan sesuatu yang mudah, 

Sambil tangannya membasuh kepalaku. "Tapi kamu jangan kuatir. Karena bapak yakin kamu bisa memanggul tanggungjawab ini. Hanya saja ayah perlu memberikan padamu gambaran sedikit tentang dunia pendidikan."


Kurang lebih tiga puluh tahun bapak bekerja sebagai guru. Bukan waktu yang singkat anakku. Dari hal itu ayah memiliki sebuah pemahaman bahwa mendidik dapat diibaratkan sebagai orang yang berkebun. Sekolah/Madrasah ibarat ladang, dan benih yang akan ditabur adalah murid kita. Kita sebagai gurunya adalah petaninya. Jika kita menanam benih pada ladang yang subur, lalu kita merawat dan memelihara benih tersebut hingga tumbuh, besar, dan kuat. Menyiram dan memupuknya dengan teratur. Percayalah benih itu tentu akan bertumbuh menjadi tanaman yang menghasilkan buah yang baik dan memuaskan kita sebagai petaninya.


Akan tetapi sebaliknya, jika kita hanya menanam benih dilahan yang tidak dipersiapkan pengolahannya lalu tidak merawat dan menjaganya sungguh-sungguh, tidak menyirami dan memupuknya dengan teratur, maka bukan tumbuhan yang subur dan kuat yang akan kita peroleh, tetapi yang akan kita panen adalah rumput ilalang dan semak-semak."

"Demikian halnya juga kita sebagai guru anakku.Jika kita tidak sungguh-sungguh amanah dalam melaksanakan tugas kita sebagai  guru, tidak mengajar sesuai tugas dan tanggungjawab kita, lebih banyak di luar sekolah mengerjakan tugas lain yang tidak ada hubungannya dengan tugas sebagai guru, absensi disekolah lebih banyak huruf A-nya daripada huruf H-nya, maka kita hanya akan menghasilkan murid yang malas, tidak disiplin, kehilangan budi pekerti, tidak berkarakter, banyak membuat kita pusing dan was-was, miskin prestasi, dan beratus cap buruk lain akan disandang oleh anak didik kita..."

Demikian permulaan nasihat ayahku soal profesi yang akan saya jalani dan pilih untuk kehidupanku. Nyaris sepuluh lebih tahun sudah saya bergelut dengan pekerjaan sebagai guru. Apa yang dikatakan oleh ayah saya sepuluh tahun lalu memang saya rasakan kini. Bahwa mendidik bukan perkara mudah.

Kita harus hadir di sekolah setiap harinya dengan tanggungjawab seharian penuh mengawasi dan menjaga agar mereka tetap fokus dalam menghadapi pelajaran. Kita dituntut membangun kemampuan kognitif dan keterampilannya dengan tidak mengabaikan pembangunan karakter dan ahlak mulia. Tidak hanya itu kita juga berupaya membina agar mereka tidak  terpengaruh oleh serbuan hal-hal negatif yang sangat kuat tarikannya dari luar seperti merokok, narkoba, seks bebas, tawuran, dls.




(Sumber gambar: pusdatin.kemdikbud.go.id)

Pada intinya sebagai petani, yang ingin menuai hasil panen yang memuaskan tentu kita akan berupaya sedapat mungkin setiap hari ke kebun untuk menyiangi rumput yang mengganggu pertumbuhan tanaman kita, kita akan berusaha menyiram dan memupuk tanaman kita agar tumbuh subur dan berkembang. Mencegahnya dari hama yang mungkin akan mengganggu pertumbuhannya.Kita berusaha dengan berbagai daya dan upaya untuk membuat tanaman kita tetap sehat dan bertumbuh normal. 


Seperti itu pula hendaknya kita sebagai guru. menjadi informasi yang dapat diambil hikmah positifnya. Jadi tugas guru di zaman ini sungguh berat. Karena guru adalah obor peradaban.

Dan bagi kita yang telah menetapkan pilihan untuk menjadi seorang guru, sudahkah kita berusaha menjadi guru yang baik? Sudahkah kita menjadi pemberi inspirasi bagi kepekaan kognitif dan kepekaan karakter peserta didik kita. Apakah fasilitas berupa penghargaan terhadap perubahan finansial yang lebih baik dari pemerintah sudah kita manfaatkan sebik-baiknya bagi perkembangan empat kompetensi utama seorang guru? Yakni kompetensi Paedagogik, Kompetensi kepribadian, kompetensi sosial? Mari kita bersama membangun nurani kita untuk menjadikan profesi ini sebagai ladang amal jariyah kita di dunia. Menjadikan profesi ini sebagai sumber pahala yang tiada habisnya. Amin Allahumma Amin.

Wallahulmuwaffiq ila Aqwamith Thariq

Wassalamu`alaikum Wr. Wb










Penulis: Muhasir, M.Pd 

(CPP Angkatan 7, Guru Madrasah dan Dosen Tetap STAI Al-Amin Dompu)






Ormas Yayasan Pendidikan Al Faat Dompu-NTB, Ikuti Sosialisasi Regulasi Program Organisasi Penggerak Kemendikbud, Ristek RI, Di Bogor 23-25 Februari 2022.

Kota bogor, Rabu 23 Februari 2022, bertempat di hotel Bigland Kota Bogor, Direktorat Guru Pendidikan Dasar Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi Tahun 2022, melaksanakan kegiatan sosialisasi regulasi program organisasi penggerak tahun 2002 kegiatan ini berlangsung pada tanggal 23 sampai dengan 25 februari 2002.


Adapun peserta dalam kegiatan sosialisasi regulasi Program Organisasi Penggerak tahun 2022 terdiri atas perwakilan ormas beserta program organisasi penggerak yaitu Yayasan Pendidikan Al Faat Dompu, yang langsung dihadiri oleh Ketua Ormas YPA Dompu Bapak Muhasir M.Pd. Dalam sambutan acara pembukaan sekaligus pengarah dari para narasumber bapak dr.rachmadi widdiharto, m.a selaku direktur guru pendidikan dasar mengarahkan kepada seluruh organisasi masyarakat untuk lebih aktif menerima materi selama kegiatan sosialisasi berlangsung, pada tahun 2022 ini peraturan dirjen tentang petunjuk teknis penyaluran dana bantuan pemerintah untuk peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, karena skema anggaran di sesuaikan pada sub bidang direktur guru pendidikan dasar, lanjut di sampaikan oleh DR Pratomo, M.Ed, bahwa praktik baik Program Organisasi Penggerak tahun 2021 sudah cukup maksimal melahirkan guru-guru yang kreatif dan 
profesional dalam penerapan pembelajaran, untuk tahun 2022 ini harus lebih maksimal optimal dalam pelaksanaan penerapan sasaran intervensi guru, kepala sekolah dan pengawas agar bisa menghasilkan guru yang menyusun pembelajaran dengan paradigma baru.

Harapan saya pada para ormas harus lebih intens dalam melakukan proses pendampingan di lokasi sasaaran agar bisa melahirkan metode atau gaya baru bagi guru dalam proses menyusun pembelajaran di kelas, ada praktik baik dari segi manajemen maupun dari segi penguasaan lingkungan di sekitar sekolah agar tumbuh karate, literasi numerasi peserta didik.

Pada tahun 2022 harus lebih optimal dalam menerapkan praktik baik pembelajaran yang tertuju pada siswa agar melahirkan siswa yang berkarakter pemahaman literasi numerasi sehingga menjadi profil siswa pelajar pancasila.

 

Ketua Ormas Bapak, Muhasir, M.Pd, sangat berharap, ada kolaborasi, kerjasama dan saling mendukung dengan pemerintah daerah dalam mensukseskan POP tahun 2022 untuk melahirkan pendidikan unggul untuk bangsa dan bergerak bersama tingkatkan kualitas hasil belajar siswa. (sir)


Di tulis oleh : Muhasir

di Hotel Bogland, bogor

23-25 Februari 2022

Yayasan Al-Faat Dompu Ikuti Sosialisasi Pengisian Data Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama

Dompu, 1 Juli 2021


Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Yayasan Pendidikan Al-Faat Dompu, Bapak Muhasir, M.Pd mengikuti  Undangan Sosialisasi Pengisian Data Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama melalui virtual Zoom metting bersama Direktorat Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (PPPGTK). Yayasan Al-Faat berkomitmen untuk bisa Bergerak Bersama Kemendikbud dalam Tingkatkan Kualitas Hasil Belajar Siswa melaluai organisasi penggerak.

 

Yayasan Al-Faat akan Jadi bagian dari perjalanan Pemerintah Pusat dan daerah  untuk mendorong terciptanya kepala sekolah, Guru dan Sekolah Penggerak agar terus menyebarkan praktik pendidikan di Kab. Dompu NTB.



Al-Faat merupakan Organisasi yang sudah terdaftar dalam Komunitas Penggerak yang sudah memiliki peluang untuk berpartisipasi dalam Program Organisasi Penggerak. Hadirnya Program ini bisa mendorong Kepala Sekolah, Guru dan Sekolah Penggerak yang berkelanjutan dengan melibatkan peran serta organisasi. Fokus utamanya Yayasan kami adalah  peningkatkan kualitas guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan hasil belajar siswa.


Hasil Zoom hari ini merupakan Alur Umum Program Organisasi Penggerak dari berbagai fase-fase mulai dari fase seperti : Portofolio dan Administrasi, PKS antara Satker dan OMS, Implementasi Program, Evaluasi Monitoring dan Pelaporan berkala.


Program Organisasi Penggerak adalah program pemberdayaan masyarakat secara masif melalui bantuan pemerintah untuk peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah berdasarkan model-model pelatihan yang sudah terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa.

Sehingga Yayasan Al-Faat Mengusung Tema dalam Program ini adalah " PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI,  PENDIDIK,  PENGAJAR DAN PEMIMPIN BERKARAKTER DI KABUPATEN DOMPU-NTB.

Demikian informasi dan gambaran yang dapat admin sampaikan, semoga dalam waktu dekat program baik ini bisa cepat di realisasi. Aamin.


Sekretariat Yayasan Pendidikan Al-Faat Dompu-NTB

Alamat: Jl. Irigasi No. 1 Sipon

Telepon: 082339786463

Fax: -

Email: yayasanalfaatdompu@gmail.com

Website: http://mial-faat.blogspot.com/

KONDISI MADRASAH SAAT INI


Sesuai surat pemberitahuan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Direktorat Kurikulum, Sarana, Kesiswaan dan Kelembagaan (KSKK) Madrasah Nomor : 172/Dt.1/DT.1.1.2/Ks.00/02/2018 yang berisi permohonan upload kondisi madrasah saat ini. Dengan pemberitahuan tersebut Bangkalan Berbagi bertujuan untuk memaparkan maksud dari surat tersebut dengan kata lain hanya mengetahui Kondisi Madrasah Saat Ini sebagai dasar acuan data sarana dan prasaran di madrasah masing-masing.
Dalam hal ini madrasah di minta memberikan kondisi yang sebenar-benarnya sebagai catatan program Derektorat Jendral Pendidikan Islam yang akan di agendakan tahun-tahun berikutnya. Bangkalan Berbagi akan menjelaskan isi surat pemberitahuan Kondisi Madrasah Saat Ini meliputi beberapa hal yaitu:
Pengisian Data Kondisi dan Upload Foto Kondisi Madrasah Saat Ini, dengan kondisi Baik, Rusak Sedang dan Rusak Berat
Madrasah mengisi uraian data kondisi sarana dan prasarana madrasah dan di upload foto kondisi sarana dan prasarana terbaru
Madrasah mengisi uraian data Kondisi Madrasah Saat Ini dan upload foto kegiatan siswa terbaru baik foto kegiatan unggulan maupun foto kegiatan ekstrakulikuler
Madrasah mengisi informasi prestasi madrasah/siswa dan upload foto piagam/sertifikat/piala terkait prestasi tersebut
Semua data tersebut bisa di akses di laman https://madrasah.kemenag.go.id/gis dengan menggunakan password <123456> dan username
Sebagai catatan Bangkalan Berbagi menyarankan untuk login sesegera mungkin dan mengubah password agar tidak ada unsur niat jahat dari seseorang yang mau merusak data kita. 
Dalam agenda Permohonan Surat Upload Kondisi Madrasah Saat Ini bisa di prediksikan program yang akan dilaksanakan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Direktorat Kurikulum, Sarana, Kesiswaan dan Kelembagaan (KSKK) Madrasah sangatlah berpengaruh pada data kelembagaan yang ada dipusat. Dengan meng Upload Kondisi Madrasah Saat Ini beserta bukti foto bisa di ambil keputusan bahwasanya Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Direktorat Kurikulum, Sarana, Kesiswaan dan Kelembagaan (KSKK) Madrasah menginginkan data dari madrasah benar-benar valid.
Dengan argumentasi versi Bangkalan Berbagi kemungkinan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Direktorat Kurikulum, Sarana, Kesiswaan dan Kelembagaan (KSKK) Madrasah ingin mereview Sarana dan prasarana Madrasah saat ini sebagai acuhan pemberian bantuan.



Workshop K13 Di SD dan MI di Kab. Dompu NTB



Alhamdulillah Kab. Dompu NTB mendapat perhatian khusus dr comunity Gerak Bareng yg peduli pendidikan dengan memberikan Worshop K13 gratis berupa snack, makan, sertifikat.





 kami di SD 5 kecamatan Manggelewa, MI Al-faat desa bara Kecamatan Woja Kabupaten Dompu merasa senag dan bahagia bisa di ajar oleh pak dosen dan bu dosen AHLI dalak K13.




Kemdikbud memberikan mandat kepada Tim kurikulum nasional & tim kurikulum propinsi jawa Barat atas nama Dr hidayat, M.Pd & bu Nurtaniah, M.Pd selaku koordinator, kami sangat mengharapkan lagi kepada ketua GB selaKu ketua Tim Community gerak Bareng agar memberikan lg pelatihan khusus kepada wali murid krn paling banyak waktu adalah di rumah ketimbang waktu belajar di sekolah.



Kami kluarga besar MI Al-Faat Bara dan SD 5 Manggelewa mengucapkan terimakasih banyak yg sebesar2besarnya kepada ketua tim Community Gerak Bareng dan para Guru guru Hebat.

Makna 1 Muharram 1438 H


Peristiwa Hijrah dan Perkembangan Islam
Sekedar mengingatkan, bahwa Tahun Hijriah atau Tahun Baru Islam, bukan dimulai dari tahun lahirnya Nabi Muhammad SAW, tapi tahun saat beliau hijrah (pindah) atau mengungsi dari Kota Mekah ke Madinah, karena mau dibunuh oleh orang-orang kafir Quraish saat itu.
Berbicara tentang perkembangan Islam, tentu tidak bisa lepas dari peristiwa hijrah Rasulullah dari Makkah ke Madinah. Dakwah Nabi di Makkah pada saat itu banyak mengalami rintangan berupa tantangan dan ancaman dari kaum musyrikin dan kafir Quraisy.
Selama kurun waktu 12 tahun sejak Nabi diutus, dakwah Rasulullah tidak mendapat sambutan menggembirakan, bahkan sebaliknya banyak menghadapi terror, pelecehan, hinaan, dan ancaman dari kaum musyrikin dan kafir Quraisy yang dikomandani oleh paman Nabi sendiri, yaitu Abu Lahab.
















Karena itu, Rasulullah diperintahkan Allah SWT untuk pindah (hijrah). Akhirnya, beliau meninggalkan kota kelahiranya Mekah, berhijrah ke kota Madinah. Di Madinah, Nabi dan para sahabat Muhajirin mendapat sambutan hangat oleh kaum Anshar (penduduk asli Madinah).
Agama Islam pun mengalami perkembangan amat pesat. Dalam kurun waktu relatif singkat, hanya sekitar 8 tahun, suara Islam mulai bergema ke seluruh penjuru dunia dan Islam pun berkembang meluas ke seluruh pelosok permukaan bumi. Karena itu tidak mengherankan jika peristiwa hijrah merupakan titik awal bagi perkembangan Islam dan bagi pembentukan masyarakat Muslim yang telah dibangun oleh Rasulullah SAW.
Menurut para pakar sejarah, masyarakat Muslim, kaum Muhajirin dan Anshar, yang dibangun Rasulullah SAW di Madinah merupakan contoh masyarakat ideal yang patut ditiru, penuh kasih sayang, saling bahu-membahu dan lebih mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan peribadi. Karena itu, tidak mengherankan jika Khalifah Umar bin Chatab menjadikan peristiwa hijrah sebagai awal perhitungan tahun baru Islam, yang kemudian dikenal dengan Tahun Baru Hijriah,









Allah berfirman,“Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kalian dari seorang lelaki dan seorang perempuan dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, supaya kalian saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu” (Al-Hujurat ayat 13)
Umat manusia kadang-kadang terjebak kepada sesuatu yang bersifat jangka pendek, dan melupakan yang bersifat jangka panjang bahkan yang abadi selama-lamanya. Manusia sering tergesa-gesa dan ingin cepat berhasil apa yang diinginkannya, sehingga tidak sedikit yang menempuh jalan pintas, termasuk korupsi misalnya. Islam menekankan bahwa hidup ini adalah perjuangan dan dalam berjuang pasti banyak tantangan dan rintangan. Hidup di dunia adalah sebagai jalan untuk menuju kehidupan Akhirat.






Hikmah dari Peristiwa Hijrah Nabi
Beberapa hikmah yang dapat dipetik dari Hijrahnya Nabi dan para sahabat dari Mekah ke Madinah saat itu adalah:
Pertama: perisitwa hijrah Rasululah dan para sahabatnya dari Mekah ke Madinah merupakan tonggak sejarah yang monumental dan memiliki mkjna yang sangat berarti bagi setiap Muslim, karena hijrah merupakan tonggak kebangkitan Islam yang semula diliputi suasana dan situasi yang tidak kondusif di Mekah menuju suasana yang prospektif di Madinah.
Kedua: Hijrah mengandung semangat perjuangan tanpa putus asa dan rasa opimisme yang tinggi, yaitu semangat berhijrah dari hal-hal yang buruk kepada yang baik, dan hijrah daru hal-hal yang baik ke yang lebih baik lagi. Rasulullah s.a.w. dan para sahabatnya telah melawan rasa sedih dan takut dengan berhijrah, meski harus meninggalkan tanah kelahiran, sanak saudara
dan harta benda mereka.
Ketiga: Hijrah mengandung semangat persaudaraan, seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW  pada saat beliau mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dengan kaum Anshar, bahkan beliau telah membina hubungan baik dengan beberapa kelompok Yahudi yang hidup di Madinah dan sekitarnya pada waktu itu.
Dalam konteks sekarang ini, pemaknaan hijrah tentu bukan selalu harus identik dengan meninggalkan kampung halaman seperti yang dilakukan oleh Rasulullah s.a.w. dan kaum Muhajirin, tetapi pemaknaan hijrah lebih kepada nilai-nilai dan semangat berhijrah itu sendiri, karena hijrah dalam arti seperti ini tidak akan pernah berhenti.
Dalam sebuah riwayat dikisahkan, ada seorang yang mendatangi Rasulullha dan berkata: “Wahai Rasulullah,saya baru saja mengunjungi kaum yang berpendapat bahwa hijrah telah telah berakhir”, Rasulullah bersabda: ”Sesungguhnya hijrah itu tidak ada hentinya, sehingga terhentinya taubat, dan taubat itu tidak ada hentinya sehingga matahari terbit darisebelah barat”.
Merupakan Bukti Maha Adilnya Allah
Berbeda dengan tahun Masehi, permulaan hari atau pergantian hari bukan di pagi hari atau jam 00.01, tetapi di saat terbenamnya matahari atau munculnya bulan. Itulah sebabanya Tahun Masehi (dari Isa Al Masih) dalam Islam disebut Tahun Syamsyiah (matahari), sedangkan Tahun Hijriah atau Tahun Islam disebut juga Tahun Qomariah (bulan). Kalau Tahun Masehi, setiap bulan terdiri dari 30 hari atau 31 hari, kecuali Februari yang 28 atau 29 hari, tetapi bulan Hijriah terdiri dari 29 dan 30 hari.
Itulah sebabnya, terdapat selisih sekitar 10-12 hari setiap tahun, ada pergeseran kegiatan keagamaan Islam pada tahun Masehi. Sebagai contoh, hari raya Idul Fitri atau 1 Syawal pada tahun 2010 jatuh pada tanggal 10 September, tapi pada tahun 2009, Idul Fitri bersamaan dengan 22 September. Sehingga tidak heran kalau ada saatnya dimana tahun baru Islam (1 Muharam) hampir bersamaan dengan Tahun Baru Masehi (1 Januari).
Dengan perbedaan antara bulan Hijriah dengan bulan Masehi itu, maka bulan Ramadhan atau bulan Puasa setiap tahun bergeser sekitar 10-12 hari setiap tahun Masehi, sehingga suatu saat bulan Ramadhan bersamaan dengan bulan Juni, dan ada saatnya tahun kemudian puasa dilaksanakan bulan Desember.
Berbeda dengan Indonesia dan Negara-negara tropis, hampir tidak ada perbedaan lamanya berpuasa untuk sepanjang tahun, yaitu bulan Januari s/d Desember berpuasa sekitar 14 jam (jam 4 pagi sampai 18.00), tapi di Negara-negara yang mengalami empat musim seperti di Eropa dan Amerike Serikat dan Kanada, juga Australia dan Selandia Baru, lamanya berpuasa sangat bervariasi.
Sebagai contoh bila bulan puasa bertepatan dengan bulan Juni atau Musim Panas di Eropa, maka penduduk yang tinggal di belahan bumi Bagian Utara akan berpuasa sampai 18-20 jam, mulai jan 02 dinihari (Imsyak) sampai jam 22.00 malam baru berbuka, karena matahari baru terbenam.
Keadaan sebaliknya yang dialami oleh penduduk di belahan Bumi Bagian Selatan seperti Australia dan Selandia Baru. Karena bulan Juni adalah Musim Dingin (Winter), maka waktu Imsyak sekitar jam 6.00 pagi dan waktu Magrib sekitar jam 16.00 sore, sehingga mereka hanya berpuasa sekitar 10 jam saja.
Keadaan sebaliknya terjadi bila bulan Desember, maka umat islam yang tinggal di belahan bumi Bagian Utara berpuasa lebih singkat, dan sebaliknya yang di belahan Selatan lebih lama (berbanding terbalik). Sedangkan pada bulan Maret dan September dimana matahari persis ada di Khatulistiwa, kaum Muslimin di belahan Utara dan Selatan berpuasa dengan jumlah jam yang sama, sekitar 12 jam.
Disitulah salah satu bukti betapa adilnya Allah, di daerah dekat Equator (Khatulsitiwa) seperti Indonesia, Malysia dan Negara-negara Arab dimana umat Islam terbesar ada di sana atau daerah Sub Tropis, fluktuasi lamanya berpuasa setiap tahun hampir tidak berbeda banyak.







Seandainya, bulan Ramadhan ditetapkan berdasarkan bulan Masehi, misalnya bulan Juni, kasihan umat Muslim di bagaian Utara yang harus puasa sampai 18-20 jam dengan temparatur sangat panas di atas 50 derajat C, setiap tahun seperti itu, dan orang di belahan Selatan puasanya sangat singkat. Kan sangat tidak adil?. Untungnya Tuhan Maha Adil, sehingga penentuna bulan puasa berdasarkan Tahun Hijriah. bukan Tahun Masehi, Allahu Akbar.

Introspeksi Diri atau Bermuhasabah
Dengan memasuki tahun baru Hijriah, kita akan memasuki 1 Muharram. Yang berarti kita akan meninggalkan tahun lalu, dan memasuki tahun baru , yakni tahun baru 1431 Hijriah. Penyambutan tahun baru ini tidak selayaknya seperti yang dilakukan orang-orang non Muslim saat merayakan tahun baru Masehi, tetapi merayakannya sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah SAW.
Sekarang kita masih hidup, tetapi siapa tahu besok atau lusa atau minggu depan atau bulan depan atau tahun depan, kita akan mati. Sekarang kita masih dapat menikmati tahun baru Hijriah, tetapi siapa tahu tahun depan kita sudah tidak ada?.
Berbahagialah bagi mereka yang memperoleh nikmat umur yang panjang dan mengisinya dengan amalan-amalan yang baik dan perbuatan-perbuatan yang bijak. Rasulullah SAW bersabda : “Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya (HR Ahmad)
Dalam menyambut tahun baru Hijriah, sangat penting bagi kita untuk berkaca diri, menilai dan menimbang amalan-amalan yang telah kita perbuat dan dosa atau maksiat yang telah kita kerjakan. Penilaian ini bukan hanya untuk mengetahui seberapa besar perbuatan amal atau dosa kita, tapi agar tahun mendatang lebih baik dengan memperbanyak ibadah dan amal saleh serta mengurangi perbuatan dosa dan amal salah.
Kisah Tentang Sahabat Umar bin Khatab tentang Umur Manusia
Adalah satu riwayat yang menceritakan tentang anak Umar bin Khatab, kembali pulang dari sekolahnya sambil menghitung tambalan-tambalan yang melekat di bajunya yang sudah usang dan jelek. Dengan rasa kasihan Umar sang Amirul Mukminin (Pemimpin Kaum Musliminn), sebagai ayahnya mengirim sepucuk surat kepada bendaharawan negara, yang isinya minta agar beliau diberi pinjaman uang sebanyak 4 dirham, dengan jaminan gajinya bulan depan supaya dipotong.
Kemudian bendaharawan itu mengirim surat balasan kepada Umar, yang isinya demikian : “Wahai Umar, apakah engkau telah dapat memastikan bahwa engkau masih hidup sampai bulan depan?. Bagaimana kalau engkau mati sebelum melunasi hutangmu? Membaca surat bendaharawan itu, maka seketika itu juga Umar tersungkur menangis, lalu beliau menasehati anakanya dan berkata : “Wahai anakku, berangkatlah ke sekolah dengan baju usangmu itu sebagaimana biasanya, karna akau tidak dapat memperhatikan umurku walaupun untuk satu jam” Sungguh, batasan umur manusia tidak ada yang mengetahuinya, kecuali hanya Allah SWT semata.
Oleh karena keterbatasan tersebut, dan karena rahasia Allah SWT semata, maka marilah kita pergunakan kesempatan hidup ini dengan meningkatkan taqwa kita kepada-Nya dan menambah semangat beramal ibadah yang lebih banyak lagi.
Bulan Muharram Termasuk Bulan Haram
Bagaimanakah pandangan Islam mengenai awal tahun yang dimulai dengan bulan Muharram? Ketahuilah bulan Muharram adalah bulan yang teramat mulia, yang mungkin banyak di antara kita tidak mengetahuinya. Namun banyak di antara kaum Muslimin yang salah kaprah dalam menyambut bulan Muharram atau awal tahun. Silakan simak pembahasan berikut.
Dalam agama ini, bulan Muharram, merupakan salah satu di antara empat bulan yang dinamakan bulan haram. Lihatlah firman Allah Ta’ala berikut.
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوام
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (suci). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah: 36)
Allah Ta’ala menjelaskan bahwa sejak penciptaan langit dan bumi, penciptaan malam dan siang, keduanya akan berputar di orbitnya. Allah pun menciptakan matahari, bulan dan bintang lalu menjadikan matahari dan bulan berputar pada orbitnya. Dari situ muncullah cahaya matahari dan juga rembulan. Sejak itu, Allah menjadikan satu tahun menjadi dua belas bulan sesuai dengan munculnya hilal. Satu tahun dalam syariat Islam dihitung berdasarkan perputaran dan munculnya bulan, bukan dihitung berdasarkan perputaran matahari seba
Mengapa Disebut Bulan Haram
Lalu kenapa bulan-bulan tersebut disebut bulan haram? Al Qodhi Abu Ya’la rahimahullahmengatakan, “Dinamakan bulan haram karena dua makna.
Pertama, pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian.
Kedua, pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan tersebut. Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan
Karena pada saat itu adalah waktu sangat baik untuk melakukan amalan ketaatan, sampai-sampai para salaf sangat suka untuk melakukan puasa pada bulan haram. Sufyan Ats Tsauri mengatakan, “Pada bulan-bulan haram, aku sangat senang berpuasa di dalamnya.”
Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan suci, melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar, dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak.
Bulan Muharram adalah Syahrullah (Bulan Allah)
Suri tauladan dan panutan kita, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ
“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada syahrullah (bulan Allah) yaitu Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.
Bulan Muharram betul-betul istimewa karena disebut syahrullah yaitu bulan Allah, dengan disandarkan pada lafazh jalalah Allah. Karena disandarkannya bulan ini pada lafazh jalalah Allah, inilah yang menunjukkan keagungan dan keistimewaannya.
Perkataan yang sangat bagus dari As Zamakhsyari, kami nukil dari Faidhul Qodir (2/53), beliau rahimahullah mengatakan, “Bulan Muharram ini disebut syahrullah (bulan Allah), disandarkan pada lafazh jalalah ‘Allah’ untuk menunjukkan mulia dan agungnya bulan tersebut, sebagaimana pula kita menyebut ‘Baitullah’ (rumah Allah) atau ‘Alullah’ (keluarga Allah) ketika menyebut Quraisy. Penyandaran yang khusus di sini dan tidak kita temui pada bulan-bulan lainnya, ini menunjukkan adanya keutamaan pada bulan tersebut.
Bulan Muharram inilah yang menggunakan nama Islami. Nama bulan ini sebelumnya adalah Shofar Al Awwal. Bulan lainnya masih menggunakan nama Jahiliyah.. Bulan ini adalah seutama-utamanya bulan untuk berpuasa penuh setelah bulan Ramadhan. Adapun melakukan puasa tathowwu’ (puasa sunnah) pada sebagian bulan, maka itu masih lebih utama daripada melakukan puasa sunnah pada sebagian hari seperti pada hari Arofah dan 10 Dzulhijah. Inilah yang disebutkan oleh Ibnu Rojab. Bulan Muharram memiliki keistimewaan demikian karena bulan ini adalah bulan pertama dalam setahun dan pembuka tahun.”








GURU “DIGUGUH DAN DITIRU”


Oleh: Reni Anggraini-Guru Madrasah-pada MI Al-Faat Bara

Mendidik adalah tugas seorang guru yang paling mulia. Seluruh jiwa raganya dihibahkan untuk mencetak generasi yang cerdas. Mulai dari yang tidak tahu menjadi tahu bahkan sampai memahami. Sungguh itu bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, yang mana jika itu ditingkat TK/RA, SD/MI adalah masa anak-anak baru akan mulai dengan dunia belajar. Sedangkan SMP/MTs dan SMA/MA mendidik kepada jalan menuju jati dirinya. Di sinilah guru menjadi tombak pertama dalam mengenalkan tentang dunia belajar. Oleh karena itu kompetensi guru yang juga dituntut untuk mampu mentransfer ilmu dengan bijaksana. “Guru adalah teladan bagi siswa/I yang akan  diguguh dan ditiru,” ujar pak Muhasir, S.pd (Kepala MI Al-Faat Woja) Karenanya karakter guru akan menentukan bagaimana perkembangan pribadi anak didiknya. Guru baiknya memiliki karakter yang kuat, bukan hanya menransfer pengetahuan tetapi juga harus mampu menanamkan nilai-nilai moral yang diperlukan anak didik guna masa depannya.
Dalam perjalannya guru memiliki karakter yang berbeda-beda atau biasanya disebut dengan tipe guru. Ada 3 tipe guru : Guru Nyasar, Guru Bayar dan Guru Sadar (Siti Kurniawati-SGI XVI-asal Medan). Nah, terkait dengan tipe-tipe guru tersebut berada dimana guru-guru saat ini? Coba kita bayangkan bagaimana jadinya jika semua guru adalah guru nyasar atau guru bayar? Ditambahkan lagi dengan perkembangan teknologi yang menggiring generasi untuk terjun kedalam kenyamanannya saja. Belajar menjadi urutan yang kesekian. Nah disini guru memiliki peranan yang sangat penting. Menjadikan semua yang ada disekitar kita adalah ilmu yang bermanfaat.
Negara kita ini memiliki sumber daya pengajar yang sangat banyak, tetapi apakah kompetensi diri seorang guru sudah tertanam di jiwa-jiwa para guru? Apakah guru-guru saat ini sudah menanamkan karakter diri? Semua jawaban itu ada didalam jiwa seorang guru. Menjadi guru berkarakter ada beberapa bagian, antara lain : (1) memiliki niat yang kuat, (2) memiliki kompetensi diri, (3) memiliki motivasi, (4) memiliki rasa empati dan (5) memiliki komitmen yang kuat (Muhasir, S.pd -Kepala MI Al-Faat Woja)
Guru : diguguh dan ditiru, oleh karena itu tunjukkanlah karakter yang positif agar anak didik menjadi generasi yang unggul, cerdas dalam IQ dan EQ nya. Siap dalam persaingan dengan kehidupan nyata.
Guru adalah cahaya di gelapnya kehidupan,
Menjadi air dalam dahaga, dan
Guru adalah sumber ilmu.
Mengajar dan mendidik tanpa kenal lelah.
Meninggalkan segala yang dipunya.
Tak pernah mengaharap balas jasa.
Dengan tangannya, ucapannya, kesabarannya…
Dan inilah kita.
#terimakasihguruku #kembalikesekolah


Makna Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan

Tampaknya untuk memaknai aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan masih terlalu abstrak. Beberapa pendidik masih kabur dengan makna ini. Meskipun untuk memaknai istilah tersebut pernah didiskusikan oleh para pendidik, namun bukan berartisi yang sesungguhnya. Dalam diskusi itu, dapat disimpulkan sebagai berikut:
makna ini sudah paten. Makna tersebut masih perlu dikembangkan lagi sesuai dengan kondi
  1. Aktif
-          Selalu mencoba
-          Tidak ingin menjadi penonton
-          Memanfaatkan modalitas belajar (visual, auditorial, atau kinestika)
-          Penuh perhatian dalam setiap proses pembelajaran
  1. Kreatif
-          Menginginkan adanya perubahan yang baru
-          Ingin mengadakan inovasi
-          Mempunyai banyak cara untuk melakukan sesuatu
-          Tidak cepat putus asa
-          Tidak mudah puas dengan hasil kerjanya dan selalu ingin berbuat terus
-          Menumbuhkan motivasi, percaya diri, dan kritis
-          Mempunyai banyak cara
  1. Efektif
-          Memanfaatkan alat peraga yang ada di sekitar
-          Diajak ke sumber belajar, melakukan observasi
-          Memanfaatkan waktu yang ada
-          Memanfaatkan rangkuman yang tepat
-          Mengoptimalkan panca indera
-          Mengatur stategi pembelajara
  1. Menyenangkan
-          Penampilan guru yang menarik
-          Suasana belajar tidak searah
-          Kaya dengan metode
-          Desain kelas yang tidak membosankan
-          Belajar sambil bermain dan bernyanyi
-          Hasil belajar anak dipajang di kelas
-          Didekatkan ke alam nyata
-          Ada penghargaan bagi yang berprestasi

DAFTAR MATERI dan SASARAN PROGRAM PILOT PADAMU DIO 2015

DAFTAR MATERI dan SASARAN PROGRAM PILOT PADAMU DIO 2015
Sebagai informasi bahwa jadwal program Pilot Padamu DIO 2015 diundur menjadi 1 Juni s.d 30 Juni 2015. Kapasitas peserta total pada program Pilot DIO periode 2015 ini mencapai 6000 guru di berbagai mapel diklat yang diampu oleh 12 P4TK. Adapun daftar materi diklat dan sasaran peserta para guru berdasarkan lokasi Pusat Belajar dapat dilihat di alamat:
Panduan proses pengajuan peserta diklat online dapat dipelajari di:http://bantuan.siap-online.com/produk/dio
Demikian semoga bermanfaat.
Salam Padamu Negeri Indoesiaku
Admin Pusat
BPSDMPK Kemdikbud

PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN MELALUI PADAMU NEGERI
Untuk mendorong peningkatan terhadap penguasaan Teknologi Informasi (Internet) bagi para Pendidik dan Tenaga Kependidikan di sekolah. Kami sangat sarankan agar para Pendidik dan Tenaga Kependidikan didorong untuk melaksanakan proses keaktifan NUPTK/PegID (cetak Kartu Identitas PTK) secara lebih mandiri. Bilamana mereka masih merasa belum percayadiri dapat dipandu dan dibimbing/didampingi terlebih dahulu dalam mengoperasikan Layanan Padamu Negeri menggunakan akun login individu masing-masing.
Padamu Negeri tidak hanya bertujuan untuk kepentingan pengelolaan data yang lebih cepat, mudah, nyaman dan akurat saja. Namun juga memuat nilai tambah sebagai media pembelajaran praktis untuk peningkatan mutu SDM Pendidikan dalam penguasaan Teknologi Informasi dengan lebih tepat guna dan terjangkau. Mari bersama kita tingkatkan Mutu Pendidikan Indonesia secara berkesinambungan mulai saat ini dan masa depan bersama Padamu Negeri.
Salam PADAMU NEGERI INDONESIAku,
Admin Pusat BPSDMPK-PMP Kemdikbud

Guru Malas Mengajar, di mana Nuranimu?



Guru di sekolah malas mengajar, siswa cuma diberi tugas, dirinya nyantai di ruang guru. Ada juga yang mengajar separuh jalan sisa waktunya kelas ditinggal begitu saja. Ada guru yang meninggalkan tempat tugas selama berhari-hari. Kalau anda jadi kepala sekolah bagaimana mengatasinya?
Sungguh masuk orang yang tidak bersyukur, kalau jadi orang tidak amanah menjalankan tugas kerja, lebih-lebih seorang guru (apalagi berstatus pns) melalaikan tugas yang dipercayakan padanya. Gaji diterima penuh untuk menghidupi diri dan keluarganya, tetapi kinerja tidak juga membaik. Mari kita berusaha untuk memperbaiki kinerja diri. Tidak lagi mengambil ukuran diri pada orang berkinerja jelek, karena pimpinan tak tegas.
Saya juga guru, suka bandel juga sih, alias bukan guru yang baik, tapi beban tugas mengajar untuk memberikan yang terbaik itu jadi obsesi saya. Wou sok banget yah kedengarannya. Benar siswa adalah segalanya bagi guru. Kasihan mereka kalau sampai tidak kita layani dengan baik. Semua itu bukan karena siapa-siapa tapi kita sudah terlanjur janji untuk mau mengabdi. Halah…
Mental guru buruk yang tak kan pernah memikirkan bagaimana siswa bisa terlayani belajar dengan baik. Melaksanakan tugas hanya sekedarnya, apalagi kalau supervisi tidak pernah ada atau dilakukan pihak terkait. Ujian pun jarang mereka koreksi dengan benar. Ini belum dikaitkan dengan standar kompetensi guru itu loh. Umpan balik dari hasil ujian tidak pernah diambil untuk memperbaiki kinerja diri dan siswanya. Alhasil hancurlah sekolah itu. Terpuruklah siswa yang memiliki berpotensi itu.
Karena mental sudah buruk ada saran positif pun tidak digubris. Memang saran, nasehat dari siapapun kalau sudah tidak suka dengan yang beri nasehat pasti nasehat itu tak berguna. Subyektivitas diri lebih mengemuka, efeknya membuat segalanya tidak akan membaik. Produktivitas diri tak berubah lebih baik, kinerja hancur. Pikiran-pikiran tertutup hanya bisa terbuka kalau mereka dapat hidayah dari Tuhan. Barangkali perlu teguran keras dari Tuhannya.
Jaman sekarang kok ternyata masih ada guru yang malas mengajar tapi rajin menerima gaji. Kalau saya jadi bosnya sudah saya depak kalau memang tidak mau dinasehati. Untung bukan saya (tapi saya tidak akan pernah jadi kepala sekolah jadi santai saja yah, jangan takut :) ). Pemerintah sudah saatnya memberikan kewenangan pimpinan untuk ‘menghadiahi’ guru yang kerjanya tidak beres. Tidak cukup hanya DP3 saja. DP3 selama ini toh formalitas saja.

Sekali lagi manajemen yang kacau di level wilayah sampai level sekolah sangat merugikan siswa. Penyadaran akan tanggung jawab sebagai guru dengan amanah mulya sangat diperlukan. Pelatihan yang menyentuh hati sangat dibutuhkan dan diintensifkan. Bukan hanya pelatihan formal yang sekedarnya. Guru… Di mana nurani-MU? Masih adakah?! Sumber : https://www.facebook.com/muhasir.alfaat1?sk=notes

5 prinsip belajar menurut paradigma konstruktivisme



 peserta didik; (4) kurikulum disesuaikan dengan kebutuhan dan kemauan peserta didik, dan (5) selalu menilai kemajuan peserta didik melalui konteks pembelajaran.
Kelima prinsip di atas, akan menjadi lebih hidup subur di dalam kelas apabila guru dengan ikhlas menerima dan mendorong tumbuhnya otonomi dalam diri siswa, data mentah hasil belajar dan sumber utama rekaman hasil belajar lainnya dijadikan dasar untuk meneliti kemajuan belajar siswa. Kelas akan menjadi hidup dan suasana kelas konstruktuvisme akan mendapatkan lahan yang subur apabila guru menerima dengan dada terbuka dan memberikan tempat terhadap munculnya pikiran siswa, rasa ingin tahu, keinginan meneliti, dialog guru-siswa dan siswa-siswa, serta keberanian mempersoalkan sesuatu yang belum jelas.



Syukur Gazali (2002 : 118) mengemukakan bahwa kelas konstruktivistik mempunyai ciri yang berbeda secara signifikan dengan keadaan kelas yang tidak berwawasan konstruktivisme. Ciri yang dimaksud adalah seperti berikut ini.

1)      Guru akan selalu berusaha menciptakan kelas yang dapat membuat siswa berani berinteraksi.

2)      Kelas selalu didorong untuk bekerja sama antar murid dan munculnya inisiatif bekerjasama tersebut mendapatkan penghargaan.

3)      Untuk memberikan kesadaran kepada siswa bahwa pelajaran yang dipelajarinya itu bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri, guru memberikan tugas-tugas dan materi yang interdisiplin. Untuk itu, guru lain dari bidang studi yang berbeda dapat hadir di suatu kelas untuk menyaksikan dan memberikan penilaian terhadap kemajuan belajar siswa.

4)      Memberikan ruang kepada peserta didik yang suka melakukan sesuatu yang beresiko, misalnya dengan memberikan tugas-tugas yang penuh tantangan.

5)      Suasana yang kolaboratif selalu diupayakan diciptakan di dalam kelas. Karena itu guru perlu menghindari munculnya kebiasaan peserta didik yang acapkali bertindak mencari “menang sendiri” dan tidak mau menerima dan menghargai pendapat temannya.

Lebih lanjut, Syukur Gazali (2002 : 120) mengemukakan bahwa untuk dapat mewujudkan kelas dengan ciri-ciri di atas diperlukan pendidik dengan perspektif konstruktivisme. Pendidik dikatakan mempunyai ciri konstruktivisme apabila dirinya mampu memperlihatkan perilaku seperti berikut.

1)      Memberikan dorongan dan menerima kemandirian dan inisiatif peserta didik.

2)      Membiasakan peserta didik berhadapan dengan beragam data antara lain : data asli (alamiah), manipulatif, interaktif, atau benda nyata.

3)      Merumuskan tugas-tugas yang diberikan kepada peserta didiknya dengan rumusan tujuan seperti klasifikasikanlah, analisislah, ramalkan, atau buatlah kreasi sesuai dengan pengalaman yang dimiliki.

4)      Tidak berkeberatan mengubah strategi pembelajaran, isi atau arah pembelajaran sesuai dengan tuntutan keadaan, terutama apabila hal tersebut lebih membawa keuntungan di pihak peserta didik.

5)      Berusaha keras agar peserta didik memahami konsep tentang sesuatu sebelum pendidik memberitahukan bagaimana pemahamannya tentang sesuatu tersebut.

6)      Berusaha mendorong keberanian peserta didik untuk berdialog dengan pendidik, dengan teman sekelasnya, dengan orang asing atau orang yang belum pernah kenal dengan mereka, terutama bila hal tersebut berhubungan dengan pencarian kebenaran.

7)      Berusaha membangun keberanian siswa untuk meneliti/ingin tahu sesuatu dengan cara mendorong mereka mengajukan pertanyaan, memberikan pertanyaan dengan jawabannya ganda (open-ended question), atau saling bertanya satu sama lain.

8)      Tidak membiasakan anak didiknya menjawab dengan jawaban pendek, terutama bila jawaban yang dituntut memerlukan penalaran. Pendidik hendaknya mendorong peserta didik untuk mengembangkan jawabannya.

9)      Berusaha melibatkan peserta didiknya dengan pengalaman yang mungkin kontradiktif dengan hipotesis peserta didik semula, untuk ini perlu diberikan kesempatan berdiskusi jika peserta berhadapan hal-hal yang kontradiktif tersebut.

10)  Memberikan waktu berpikir yang cukup kepada peserta didiknya untuk memikirkan jawab yang tepat untuk pertanyaan yang diajukan oleh gurunya. Guru tidak boleh membiasakan murid berpikir tergesa-gesa.

11)  Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk membangun hubungan baik dengan teman kelompoknya, maupun teman lain di luar kelompoknya, membangun rasa ingin tahu (curiosity) peserta didiknya secara alamiah melalui kelompok-kelompok kecil yang dibentuk untuk belajar, berusaha memecahkan persoalan, dan mencari jalan keluar bagi masalah yang dihadapi oleh kelompok secara bersama-sama.

Featured Post

PPDB Penerimaan Peserta Didik Baru Madrasah MI Al Faat Bara-Woja 2024

  Adalah singkatan dari Penerimaan Peserta Didik Baru. Merupakan sebuah halaman web yang digunakan oleh masyarakat dan calon siswa untuk men...

oke