Tampilkan postingan dengan label SISWA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SISWA. Tampilkan semua postingan

Guru, lapangkanlah hatimu untuk sebuah pengabdian


Dompu, 25 Februari 2020.
Jangan jadi guru, kalau kamu berharap masa depan yang pasti, tapi jadilah guru karena jasa mu berguna untuk semua orang, pekerjaan yang jelas, profesi yang diapresiasi. Wahai kawan , jadi guru berarti kamu siap untuk melapangkan hatimu, bersiap untuk terus diuji kesabarannya. Sejauh ini banyak orang disebut guru karena pekerjaannya mengajar siswa di madrasah atau sekolah, tapi mereka tidak pernah dianggap, karena mereka adalah para GTT ( Guru Tidak Tetap) di sekolah-sekolah negeri GTY di sekolah atau madrasah swasta. Jangan percaya lagi kata orang tua, kalau guru yang mengabdi di sekolah-sekolah negeri kelak akan langsung diangkat jadi Aparatur Sipil Negara. Wahai kawan ku seperjuangan, kata orang tuamu itu, hanya mimpi belaka dan perlu kesabaran seumur hidup. Mari kita instrospeksi diri, bersyukur lah pada profesi GTT atau GTY, karena kita sudah jadi guru yang berkarakter dan guru yang sudah menggenggam Indonesia lewat doa kita yang kita ajarkan ke anak anak didik kita setiap hari. Mari kita tengok, berapa banyak alumni hasil didik kita, mereka sudah dewasa dan sukses dalam profesi nya, itu semua karena hasil didikan kita yang ikhlas dan benar-benar hebat. Semoga kita selalu Khusnul khatimah. Aamin ya Allah.

Salam, Guru Muhasir,
Aktivis Sekolah Guru Indonesia SMT 37 Kabupaten Dompu 2019

Model Kepemimpinan dalam Perspektif Islam



Semarang UIN Walisongo, 20 Maret 2019.
Islam telah memandang kepimpinan sebagai salah satu sifat yang dimiliki oleh setiap manusia yang hidup di muka bumi ini.
Dimana masing-masing dari mereka memiliki hak yang sama untuk bisa memimpin dan mengendalikan satu sama lain. Untuk itu, islam juga menegaskan jika kepemimpinan dengan gaya modern mungkin tidak sama dengan apa yang dipandang dalam islam. Berikut pandangan islam mengenai model kepemimpinan yang luhur:

  1. Beriman dan Bertakwa Kepada Allah SWT
Di dalam perspektif islam seorang pemimpin harus memiliko model kepemimpinan yang baik dan luhur. Baik dan luhur diartikan sebagai sesuatu yang tetap harus berlandaskan pada dasar-dasar agamanya termasuk mengenai iman dan ketakwaannya kepada Allah SWT.
Apabila seorang pemimpin ingin rakyatnya atau seseorang yang berada di bawahnya memiliki sifat yang baik dan memiliki iman dan takwa kepada Allah SWT. Maka iapun harus memiliki sifat yang sama agar apa yang dilakukannya menjadi seni tauladan yang baik bagi rakyatnya.
  1. Memenuhi Hal Rakyat
Seorang pemimpin harus mampu memenuhi setiap hak dari rakyatnya. Apabila hak yang dimilikinya telah dirampas oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab. Maka seorang pemimpin memiliki kewajiban untuk mengembalikan hal tersebut kepada orang yang bersangkutan.
Hal ini juga diterapkan dalam masa kepemimpinan Khalifah Abu Bakar. Dimana Belia selalu berusaha untuk memenuhi setiap hak dari rakyat yang dipimpinnya dapa masa itu.
  1. Siddiq (Jujur)
Selain dapat menegakan Imamah dan Imaroh, seorang pemimpin juga harus memiliki sifat yang ditanamkannya melalui jiwa kepemimpinannya. Di sini sifat seorang pemimpin haruslah jujur (As-Siddiq). Tidak hanya jujur, melainkan mereka diharapkan mampu menanamkan jiwa kebenaran yang dilakukannya untuk mencapai tujuan bersama.
Hal ini sangat bertentangan dengan hukum membeli jabatan dalam islam yang banyak kita ketahui saat ini. Karena keutamaan jujur dalam islam menjadi tauladan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin.
  1. Tabligh (Aktif dan Aspiratif)
Selain memiliki model kepemimpinan yang bersifat jujur dan terbuka, seorang pemimpin diharapkan memiliki keaktifan serta apirasi yang bisa menanamkan jiwa kepemimpinannya secara benar dan adil. Di dalam islam seorang pemimpin harus menyampaikan apa yang benar dan apa yang salah. Tidak memihak satu sama lain melainkan harus dinyatakan dengan kebenaran. Hal ini seperti halnya penerapan kebenaran prakmatis dalam ajaran islam.
  1. Amanah (Terpercaya)
Tidak hanya As-Siddiq dan At-Tabligh, melainkan juga harus amanah. Amanah dalam islam dapat diartikan sebagai kepercayaan yang diembannya sebagai pemuka atau seorang pemimpin. Di dalam islam kepercayaan seorang pemimpin harus benar-benar dijaganya. Hal ini menunjukan jika dalam jiwa kepemimpinannya ia adalah orang yang dapat dipercaya untuk mengemban tugas dan tanggung jawabnya kepada orang banyak.
  1. Fathonah (Cerdas)
Seorang pemimpin juga harus menanamkan jiwa atas kemampuan yang dimiliknya. Di sini bukan berarti ia harus menyombongkan dirinya atas kemampuan yang dimiliki. Melainkan dapat menempatkan kemampuan dan daya intelektualnya pada hal-hal yang bisa meningkatkan sebuah kemajuan bersama kesombongan dalam islam Karena menunjukan seseorang yang memiliki sifat tidak baik.
  1. Tidak Otoriter
Otoriter adalah sifat untuk memaksakan kehendak orang lain. Sifat ini sama seperti egois atau hanya mementingkan dirinya sendiri dan tidak mau mendengarkan nasehat atau saran dan masukan dari orang lain.
Dalam hal ini islam sangat tidak menyukai pemimpin yang memiliki sifat otoriter seperti ini. Dimana seorang pemimpin harus dapat menyeimbangkan kepentingan antara Habluminanass dan Habluminallah secara seimbang dalam kehidupannya.
  1. Memiliki Integritas Tinggi
Sebagai seorang pemimpin, integritas juga sangat penting untuk diterapkan. Dimana islam memandang seorang pemimpin sebagai orang yang disegani dan ditiru tingkah dan perbuatannya untuk tujuan yang lebih baik.
Dari apa yang dilakukannya, maka ia harus mempertanggung jawabkannya di hari akhir nanti. Untuk itu, model kepemimpinan yang memiliki integritas tinggi seperti ini juga harus dilakukan demi tujuan yang lebih baik lagi.
  1. Menjalin Kerjasama
Model kepemimpinan dalam perspektif islam juga harus mengandung tindakan yang bisa dilakukan bersama-sama. Menjalin sebuah kerjasama dengan pihak atau orang lain memang bisa membantu sebagaian besar pekerjaan atau masalah yang dihadapi. Untuk itu, seorang pemimpin diharapkan mampu memenuhi semua tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya dengan baik dan selesai tepat waktu.
Model kepemimpinan seperti ini juga sudah dijalankan oleh Khalifat Abu Umar dan dilanjudkan oleh Ummar bin Khattab. Dimana pada masa kepemimpinan Abu Bakar, beliau sangat menjunjung tinggi nilai kebersamaan yang dilakukan dengan jalan bekerjasa sama. Hal ini juga sempat Beliau katakan sebagai berikut: “ Bila Aku berlaku baik yakni dalam menjalankan tugasku, maka bantulah Aku.”
Hal ini menjelaskan jika kerjasama antar sesama pemimpin juga harus dilakukan demi tujuan bersama untuk memajukan sebuah bangsa dan negaranya. Hal ini sesuai dengan ketentuan Allah SWT yang berfirman: “Tolong-menolonglah kami dalm hal kebaikan (ketaqwaan) dan jangan tolong-menolonglah kamu dalam hal dosa atau kemaksiatan.” (QS. 5 : 2). Hal ini sama halnya fungsi agama.
  1. Memberantas Kezaliman
Di dalam islam kezaliman merupakan sebuah sikap dan tindakan yang sangat dilarang. Dimana sikap dan tindakan seperti ini dapat merugikan orang lain dan dapat meruntuhkan pondasi sebuah bangsa dan negara.
Untuk itu, islam menganjurkan jika seorang pemimpin selain menjauhkan dirinya dari sikap dan tindakan tercela seperti ini. Mereka juga memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memberantas adanya kezaliman pada kelompok atau organisasi yang dipimpinnya.
Dari penjelasan mengenai model kepemimpinan dalam perspektif islam di atas. Maka dapat diartikan jika seorang pemimpin harus menerapkan hal baik dalam masa kepemimpinannya. Bukan berarti jabatan atau kedudukannya dimanfaatkan untuk hal-hal yang justru merugikan bagi orang lain. Hal ini juga telah dijelaskan dalam firman Allah SWT yang berbunyi:
“Dan Kami jadikan diantara mereka adalah pemimpin-pemimpin yang dapat memberikan petunjuk dengan perintah Kami. Dan mereka telah menyakini ayat-ayat Kami.” (QS. As-Sajadah: 24).
Dari dalil di atas dapat disimpulkan jika setiap manusia yang terlahir adalah seorang pemimpin. Yang mana mereka telah diberi petunjuk untuk melakukan perintah-perintah Allah SWT sesuai dengan ajaran islam sebagai agamanya.

PAS FOTO ANAK MI TP 2016/2017

 EKA KARTIKA



















 YAYAN




 AMRAN PUTRA PRATAMA



















 IRWANSYAH


 SULFANUR























TIARA PUTRI

RATNAH






















FITRININGSIH


Manfaat kebun sekolah MI Al-Faat 1 Bara


GAMBAR BERIKUT INI ADALAH TANAMAN DI HALAMAN MI AL-FAAT BARA
DI AMBIL PADA HARI/TANGGAL  SENIN, 19 SEPTEMBER 2016 JAM. 13.45 WITA




Sekolah kita Mis Al-Faat 1 Bara merupakan sekolah yang memiliki lahan luas dan berpotensi untuk menghasilkan berbagai keanekaragaman hayati. Melalui program kecil Sekolah, kami berusaha membuat kebun sekolah. Kebun sekolah merupakan sebuah lingkungan dengan berbagai makhluk hidup di dalamnya.











Ada bunga, ada Ubi Kayu, ada Mentimun, yang kesemuanya melambangkan sungguh indahnya hidup berdampingan. Berbagai macam tanaman tumbuh disana. Ada tanaman obat, ada sayuran, ada buah buahan, dan juga ada bunga-bunga yang masingmasing hayati memiliki manfaat sendiri-sendiri. Selain manfaat dari masing-masing jenis tanaman, kebun sekolah juga dapat dijadikan sebagai sarana pembelajaran yang asyik.







Daun yang berbeda bentuknya, bunga yang berbeda warnanya, itu semua adalah sumber pembelajaran yang dapat menumbuhkan rasa syukur kepada Sang Pencipta. Kebun sekolah pun juga sangat menunjang kesejahteraan anggota sekolah. Tanaman cabe diolah menjadi sambal untuk kantin sekolah, jahe diolah untuk sajian minuman hangat bagi bapak/ibu guru, tanaman hias berfungsi sebagai tanaman penghisap racun, budidaya ikan dapat bernilai ekonomi.






Siswa-siswi pun dapat berkreasi dan berapresiasi dengan memanfaatkan apa yang ada dalam kebun sekolah, contohnya membuat puisi berjudul kupu-kupu, membuat karangan deskripsi tentang tanaman, dan lain-lain. Tak hanya itu, dengan kebun sekolah akan tumbuh rasa tanggung jawab dari para siswa-siswi untuk menyiram tanaman dengan rutin, membuat pupuk kompos, menyiangi rumput, dan memilah sampah.











Rasa tanggung jawab yang tumbuh pada diri para siswa akan menarik siswa untuk mencintai alam dan lingkungannya lagi, menikmati hasil kerja, mengkonsumsi buah dan sayuran, serta mencegah kebiasaan mengkonsumsi makanan instant. Subhanalloh… sungguh besar karunia Alloh jika kita mampu melestarikan dan menjaganya. Semoga kebun sekolahku menjadi kesejahteraan bagiku, teman-teman ku, dan anak-anakku di masa depan. Amin. (Reni Anggraini.S.Pd)























Kelas Jelajah Alam

Yaaaaaa....
Alhamdulillah... Kelas Jelajah Alam yang diadakan Kakak2 Penggerak Pencerah Dompu bersama MI Al-Faat hari ini benar2 menyenangkan...
Sungguh sangat amat menyenangkan...
eay... \(^_^)/
Kegiatan diawali dengan pemanasan & pembagian kelompok serta briefing sejenak... Kemudian foto bersama...
Tiap kelompok diminta membuat yel-yel yang super keren...
Wohoho... Ada yang buat yel-yel 'listrik-listrik' segala lho... Kreatif banget...
(Mimin ntr upload videonya yaa...)
Sesuai draft kegiatan, ada 4 pos yang harus dilalui oleh tiap kelompok.
Pada tiap pos akan disediakan 3 pertanyaan terkait pengetahuan umum yang harus dijawab oleh masing-masing kelompok. Semua kelompok pantang menyerah banget... Salut buat anak-anak MI Al-Faat...
Setelah semua pos terlewati, kegiatan diakhiri dengan menceritakan kembali kesan selama melakukan penjelajahan...
Semangat & antusiasme yang selalu terpancar dari binar mata anak-anak itu sungguh sangat menawan hati... Ma syaa Allah banget dah...
Hari ini benar-benar luar biasa...
Tepuk listrik dah buat semuanya...
"Listriiiik... Listriiiik...
Kontan... Zzzzzzz...."
"Aliran semangatmu sama kayak listrik, sampai arusnya mampu menyinari hatiku..."
Eeeaaaaa... (^_^)

Pengelola Data EMIS Harus Memiliki Hard Skill dan Soft Skill

Untuk Para Operator Madrasah

Data pendidikan Islam yang lengkap dan akurat sangat diperlukan sebagai alat pendukung untuk memperjuangkan anggaran program pendidikan Islam. Contohnya data Pondok Pesantren. Untuk memperjuangkan anggaran pendidikan bagi para santri di Pesantren yang murni hanya mengaji, BAPPENAS meminta pihak Kementerian Agamaenyiapkan datanya secara lengkap dan akurat", demikian paparan yang disampaikan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, di hadapan para peserta Kegiatan Pengembangan Kapasitas Pengelola DataEMIS Tingkat Kanwil/Kankemenag/PTAIN/Kopertais Tahun 2014 (Cluster Palembang), di Palembang, Rabu (10/09).
untuk m

"Ujung tombak pendataan di lingkungan Ditjen Pendidikan Islam adalah para operator EMIS, baik di tingkat Kanwil Kemenag Propinsi maupun tingkat Kankemenag Kabupaten/Kota", tutur Kamaruddin Amin.

Kontribusi dan peran serta para operator EMIS di daerah sangat besar di dalam menentukan baik atau buruknya kualitas dataEMIS yang dihasilkan. Untuk mendukung pelaksanaan tugasnya di bidang pendataan, setiap operator dataEMIS harus memiliki 2 jenis kompetensi atau kemampuan, yaitu hard skill dan soft skill.

Hard skill dapat diartikan sebagai kemampuan teknis pengelola data di dalam menguasai bidang teknologi Informasi. Sedangkan soft skill berarti keterampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (interpersonal skills) dan kemampuan dalam mengatur dirinya sendiri (intrapersonal skills) yang mampu mengembangkan unjuk kerja secara maksimal.

"Namun seringkali, keberhasilan seseorang dalam menjalankan tugas-tugas yang diembannya lebih banyak ditentukan oleh soft skill yang dimilikinya. Bahkan faktor soft skill ini lebih menentukan keberhasilan seseorang dibanding dengan kemampuan akademis yang dimilikinya", ujar Kamaruddin.

Oleh karena itu para operator EMIS dituntut untuk setidaknya memiliki empat jenis soft skill.

Pertama, Komitmen. "Operator EMIS harus memiliki komitmen atau niat yang sungguh-sungguh untuk dapat menghasilkan data yang benar-benar akurat dan up to date".

Kedua, Integritas. "Integritas atau kejujuran para operator di dalam melaksanakan tugasnya juga sangat diharapkan karena hal ini akan berdampak pada kualitas pekerjaan yang dihasilkan".

Ketiga, leadership. "Leadership atau jiwa kepemimpinan juga menjadi kunci kesuksesan seseorang dalam karirnya. Jika ingin berhasil seseorang dituntut untuk bisa memimpin dari mulai hal terkecil karena pada dasarnya setiap manusia adalah pemimpin. Hal ini sejalan dengan Hadits Rasulallah S.A.W, bahwa setiap kita adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggunjawabannya".

Keempat, kemampuan manajemen. "Kemampuan manajemen yang baik akan menjadi faktor penting bagi seorang pengelola atau penanggung jawab data di dalam melakukan pekerjaan updating dan pengelolaan data secara baik dan benar".

Di akhir paparannya, Kamaruddin Amin berpesan kepada para peserta selaku pengelola data EMIS di daerah agar secara sungguh-sungguh berjuang untuk kemajuan lembaga-lembaga pendidikan Islam dengan cara melakukan updating data EMIS dengan baik dan benar sehingga ke depan sistem pendataan EMIS akan menghasilkan data yang jauh lebih lengkap, akurat dan tepat waktu sebagai rujukan di dalam pengambilan kebijakan.
(1ra0ne/ra)

NO NISN SISWA MI 52-NTB 2014 ACC

50201607 MIS Langgalawe I Jl. Wisata Pemancingan Waduk Batu Ngerenseng Batukliang Utara Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat 0012956070 Zulpian Sapi`I Labu Pandan 2001-06-02 L 6 Amer
50201607 MIS Langgalawe I Jl. Wisata Pemancingan Waduk Batu Ngerenseng Batukliang Utara Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat 0013125991 Muhammad Zubratul Wahidin Batu Ngerenseng 2001-02-02 L 6 Sauni
50201607 MIS Langgalawe I Jl. Wisata Pemancingan Waduk Batu Ngerenseng Batukliang Utara Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat 0014329832 Junaidi Batu Ngerenseng 2001-04-01 L 6 I. Ras
50201607 MIS Langgalawe I Jl. Wisata Pemancingan Waduk Batu Ngerenseng Batukliang Utara Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat 0015640845 Sapwan Hadi Batu Ngerenseng 2001-05-07 L 6 Nuhayati
50201607 MIS Langgalawe I Jl. Wisata Pemancingan Waduk Batu Ngerenseng Batukliang Utara Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat 0022154538 Muhammad Zainul Hadi Asya Batu Ngerenseng 2002-11-13 L 6 Sariah
50201607 MIS Langgalawe I Jl. Wisata Pemancingan Waduk Batu Ngerenseng Batukliang Utara Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat 0023784498 Reza Ripaldo Batu Ngerenseng 2002-01-01 L 6 Runikwati
50201607 MIS Langgalawe I Jl. Wisata Pemancingan Waduk Batu Ngerenseng Batukliang Utara Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat 0023864291 Dian Silviani Batu Ngerenseng 2002-07-16 P 6 Hatmah
50201607 MIS Langgalawe I Jl. Wisata Pemancingan Waduk Batu Ngerenseng Batukliang Utara Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat 0024400408 Saipul Hamdi Batu Ngerenseng 2002-12-31 L 6 I. Hamdi
50201607 MIS Langgalawe I Jl. Wisata Pemancingan Waduk Batu Ngerenseng Batukliang Utara Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat 0024789837 Sahmin Sesulu 2002-03-02 P 6 I. Min


ini non NISN Madrasah Se NTB tahun 2014
kalau mau yang lengkapDI SINI
UNDUH  :

Featured Post

PPDB Penerimaan Peserta Didik Baru Madrasah MI Al Faat Bara-Woja 2024

  Adalah singkatan dari Penerimaan Peserta Didik Baru. Merupakan sebuah halaman web yang digunakan oleh masyarakat dan calon siswa untuk men...

oke