Tampilkan postingan dengan label Puisi Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Islami. Tampilkan semua postingan

DOA ACARA APEL SIANG PERKULIAHAN SGI KU



Audzubillahi minasyaithonirrojim. Bismillahirrahmanirrahim. Hamdan syakirin, hamdan na’imin, hamdan yu’afi niamahu wayukafi mazidah. Ya Rabbana lakal hamdu kama yambaghi liljalali wajhikal karimi wa’adzimi sulthonik.
Ya Allah ya Tuhan kami, segala puji untukMu, pemelihara alam semesta. Segala puji atas karunia dan kenikmatan yang Engkau limpahkan kepada kami. Segala puji atas keagunganMu, segala puji atas kemuliaanMu dan kekuasaanMu.
Allahuma shalli wasalim ‘ala sayidina muhammadin, wa’ala ali washahbihi ajma’in.
Asyhadu ‘ala ila ha ilaLlah waasyhadu ana Muhammadan rasuluLlah.
Ya Maliku yaa Qudduus, kami agungkan namaMu karena hanya Engkaulah Tuhan kami, hanya kepadaMu kami bersujud, hanya kepadaMu kami bersyukur, dan hanya kepadaMu kami memanjatkan doa.
Ya Rahmaan ya Rahiim, Hanya kepadamu kami menyembah dan hanya kepadamu kami memohon pertolongan.
Ya Rabbana…
Hari ini kami berkumpul di sini dalam kegiatan belajar, berdiskusi mengurai fikir untuk memberikan sumbangsih terbaik bagi dunia pendidikan ini, karenanya ya Allah… lancarkanlah acara kami, berkahilah, penuhilah pertemuan ini dengan kebaikan dari awal hingga akhir nanti.
Bukalah fikiran kami, lenturkanlah lidah kami, dan berikanlah kepada kami ide-ide cemerlang untuk membangun carakter guru yang hebat.
Ya Allah yang Maha mengetahui yang Gaib, bimbinglah kami dengan hidayahmu, berkahilah kami selalu dengan takdirmu dan jadikanlah hati kami selalu ridha dengan pemberianmu.
Robis shrohli shodri wa ya shirli amri wah lul uqdatam mil lissani yah khohu khouli “
Ya Tuhanku lapangkanlah dadaku, dan lancarkanlah lidahku serta mudahkanlah urusanku
Allahumma arinal haqqa haqqa waryuqnatibaah waarinal batilabatila warzuqnaj tinabah.
Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami bahwa yang benar adalah benar dan berikan kepada kami kekuatan dn kemampuan untuk menjalankannya, serta tunjukkan bahwa yang salah adalah salah dan berikan kami kekuatan dan kemampuan untuk meninggalkannya.
Rabbana atina fiddunya hasanah, wafil akhirati hasanah, waqina adzabannar.Ya Allah Ya Tuhan kami, limpahkanlah kepada kami kebahagiaan di dunia dan di akhirat dan hindarkanlah kami dari azab api nerakaMu.
Washollallahu 'ala muhammadin wa'ala alihi wa ashabihi ajma'in. Subhana rabbika rabbil izzati amma yashifun wassalamun ‘alal mursalim. Walhamdulillahi robbil ‘alamin.

MANFAAT SHOLAT JUM'AT

Shalat jumat adalah shalat dua rakaat yang hanya dilakukan pada hari jumat, tepat pada waktu shalat zuhur dan wajib ada pelaksanaan khutbahnya. Ketentuan shalat jumat tersebut tentu memiliki edukasi yang luar biasa bagi kaum Muslimin.
Sehingga Allah memaktubkan di dalam Al-Qur’an perintah meninggalkan segala akitivitas ketika azan jum’at berkumandang. Allah Swt. berfirman, “Hai orang-orang yang beriman , apabila kamu diseru menunaikan shalat yang bertepatan pada hari Jumat, maka bersegaralah kamu mengingat Allah dantinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”  (QS. Al-Jumu’ah:)
Melalui ayat di atas, tentu menjadi pertanyaan kenapa shalat jum’at begitu mulia? Jawabannya, karena Allah mengajarkan kepada manusia bahwa ada saatnya harus melakukan hal yang bersifat kebersamaan, bukan perorangan. Inilah manfaat shalat jumat  yang paling utama.
Pemahaman ini tak lepas dari kata jum’at sendiri. Jum’at berasal dari kata jama’ yang artinya berkumpul. Dengan berkumpul, umat Islam akan menemukan aneka manfaat shalat jumat yang luar biasa, baik untuk pribadi maupun untuk status sebagai warga negara. Itulah yang diajarkan dalam shalat jum’at.
Ada beberapa manfaat shalat jumat:
1.    Mengajarkan untuk Taat Pada Prosedur
Shalat jum’at mengajarkan umat Islam untuk taat prosedur, karena pelaksanaan shalat jumat tidak boleh dilaksanakan sebelum azan di waktu zhuhur dan tidak boleh pula saat atau setelah masuk waktu ashar. Dalam pelaksanaan shalat, makmum harus berniat mengikut imam dan imam berniat menjadi imam.
Sehingga, pengakuan pengikut dan yang diikuti melahirkan kebersamaan dan kekompakan. Andai melenceng dari prosedur niat utama, maka tidak boleh melaksanakan shalat jumat. Ia harus melaksanakan shalat Zhuhur. Karena mengikut imam menjadi penentu sahnya shalat jumat.
2.    Membentuk Kejujuran Imam Atau Pemimpin
Sudah jamak diketahui, bahwa khutbah jumat menjadi syarat sahnya shalat jumat. Jika tidak ada khutbah, maka shalat jum’atnya tidak sah dilaksanakan. Demikian halnya khatib, ia harus dalam kondisi suci dari hadas besar dan hadas kecil. Andaikata ia berhadas, maka ia harus turun dan khutbah dilanjutkan oleh jama’ah.
Karena itu, kejujuran imam di dalam pelaksanaan khutbah menjadi hal yang vital. Jika khatib ‘cuek’ saat ia berhadas, maka ia yang akan menanggung dosa seluruh jamaahnya. Karena para jamaah otomatis tidak melaksanakan shalat jumat. Karena khutbah adalah menjadi syarat bolehnya pelaksanaan shalat jumat.
3.    Menjadi Sarana Saling Mengingatkan
Manfaat shalat jumat yang lainnya adalah saling mengingatkan untuk terus mendekatkan diri kepada Allah Swt. Inilah tugas khatib di dalam khutbahnya, dan tugas jamaah untuk mengingatkan khatib jika ada kesalahan dalam menyampaikan rukun khutbah.
Kebesaran hati jamaah dan imam untuk menerima nasehat menjadi bagian penting. Demikian halnya dalam pelaksanaan shalat jumat sendiri. Imam harus ikhlas menerima pemberitahuan jamaah jika terdapat kekhilafan.
4.    Media Doa Bersama Untuk Saudara Sesama Muslim
Selain itu, maanfat shalat jumat yang bersifat kebersamaan adalah, menjadi sarana untuk mendoakan sudara sesama muslim. Karena di dalam doa khutbah kedua, imam harus membaca doa untuk memohon keampunan bagi saudara sesama muslim, baik yang masih hidup atau yang sudah meninggal. Sedangkan para jamaah mengaminkannya.


Meningkatkan kualitas

Meningkatkan kualitas pendidikan dengan fokus pada peningkatan kualitas guru menjadi perhatian kita ke depan. Penambahan alokasi tunjangan untuk guru ini adalah salah satu elemen penting untuk peningkatan kesejahteraan guru dalam upaya meningkatkan kualitasnya. Mari kita bersama mengawal agar alokasi ini efektif dan transparan.

VISI DAN MISI UMKM AL-FAAT



VISI DAN MISI
“KELOMPOK USAHA” UMKM AL-FAAT
Alamat : Jln. Irigasi No. 1 Sipon Desa Bara Kec. Woja Kab. Dompu
 


Visi
Mencetak insan-insan koperasi yang berkualitas,
bertanggung jawab dan professional. 
Misi
§  Mendidik dan Melatih anggota tentang Perkoperasian
§  Melibatkan secara  aktif seluruh anggota untuk berpartisipasi dalam Koperasi Sekolah/Madrasah
§  Menyediakan barang-barang UMKM kebutuhan anggota
§  Memberikan harga-harga barang yang layak
§  Memberi pelayanan yang memuaskan kepada seluruh anggota
§  Melaksanakan kegiatan Bakti Sosial Masyarakat


Posisi Strategis Kepala Madrasah 2014




Posisi Strategis Kepala Madrasah
Oleh : Muhasir,S.Pd (Kepala MI Al-Faat 1 Bara-Woja)

Seringkali saya ditanya tentang bagaimana agar madrasah mengalami 
kemajuan, dinamis, dan berkembang hingga menjadi lembaga pendidikan 
yang berkualitas unggul.  Pertanyaan semacam itu selalu saya jawab, bahwa 
kekuatan organisasi,  tidak terkecuali madrasah, selalu tergantung
 pada pimpinannya, yaitu kepala madrasahnya.

Madrasah  menjadi maju oleh karena  dipimpin oleh seorang 
 yang memiliki  kekuatan, kemauan, bersedia bekerja dan mengambil resiko
 apa saja atas kepemimpinannya itu. Lembaga pendidikan menjadi
 maju secara luar biasa oleh karena menempuh cara-cara yang luar biasa. 
Tidak ada sesuatu yang luar biasa diraih dengan cara-cara biasa. Orang
 yang berani menempuh cara yang luar biasa adalah juga orang yang luar 
biasa pula. Itulah yang menjadikan madrasah mengalami kemajuan.

Selama ini, saya selalu berpandangan bahwa keadaan sebuah instistitusi adalah merupakan
 gambaran dari pribadi pemimpin  institusi itu sendiri. Pemimpin yang lemah akan menghasilkan 
institusi yang  lemah, dan demikian pula institusi yang kuat adalah merupakan hasil dari adanya pemimpin yang
 kuat pula. Tidak pernah ada lembaga yang maju dipimpin oleh orang yang lemah, dan 
begitu pula sebaliknya.

Banyak madrasah dengan keadaannya yang berbeda-beda. Madrasah yang berubah menjadi
 maju, meninggalkan madrasah lainnya, adalah  tatkala dipimpin oleh orang yang menyandang 
kekuatan pengubah, yaitu pemimpin perubahan. Berbeda dengan itu adalah madrasah yang 
sudah lama stagnan, tidak pernah berkembang, dan sebaliknya, hanya sekedar bertahan hidup, 
maka sebenarnya hal itu disebabkan  karena kepala madrasahnya adalah orang yang tidak 
 memiliki kemampuan untuk melakukan perubahan.

Sedemikian strategis posisi kepala madrasah itu.  Kepala madrasah sehari-hari seharusnya
 berperan sebagai kekuatan penggerak terhadap semua potensi yang ada di madrasah itu. 
Diumpakan sebagai motor atau m obil, maka posisi kepala madrasah adalah bagaikan
 accu, yaitu  menjadi kekuatan penggerak. Kepala madrasah hendaknya menjadi kekuatan
 penggerak terhadap semua guru yang mengajar, semua tata usaha, dan tidak kalah 
pentingnya adalah  membangkitkan berbagai potensi lainnya untuk mendukung kemajuan madrasah.
Kekuatan Kepala Madrasah 
Sebagai kekuatan penggerak, kepala madrasah, paling tidak,  seharusnya memiliki tiga jenis
 wawasan, yaitu wawasan yang bersifat konseptual, wawasan teknis,  dan wawasan
 tentang kemanusiaan. Ketiga jenis wawasan tersebut harus dimiliki secara utuh dan atau 
menyeluruh. Tidak boleh kepala madrasah hanya memiliki wawasan yang bersifat konseptual,
 tetapi miskin wawasan yang bersifat teknis. Demikian pula keduanya itu harus dilengkapi 
dan disempurnakan dengan wawasan kemanusiaan.

Wawasan konseptual yang dimaksudkan itu adalah kemampuan memandang posisi madrasah
 yang dipimpinnya terkait dengan berbagai aspek, misalnya aspek yang bersifat filosofis
 dan kesejarahannya, politis, sosiologis, dan juga budaya yang mengitari madrasah itu. 
Kepala madrasah harus mengetahui, mengapa lembaga pendidikan umum yang berciri khas 
agama itu ada, bagaimana  sejarahnya hingga lembaga pendidikan itu dikembangkan, kaitannya 
dengan masyarakat pendukungnya, hingga cita-cita dan strategi pengembangannya ke depan.

Diumpamakan sebagai seorang sopir mobil, maka sopir itu harus paham betul terhadap 
 keberadaan dan semua aspek yang terkait dengan mobil itu. Demikian pula sebagai 
kepala madrasah,  ia harus tahu tentang semua aspek yang terkait dengan madrasah yang dipimpinnya,
 mulai dari aspek yang terkait dengan idealitas madrasah,  filosofis keberadaan madrasah, 
gambaran masa depan madrasah, dan apa sebenarnya yang dicita-citakan dari keberadaan 
 madrasah itu sendiri, dan lain-lain.


Sebagai bukti bahwa kepala madrasah memiliki wawasan yang bersifat konseptual 
itu, mereka  mampu  menjelaskan dengan gamblanbg kepada siapapun tentang madarasah 
yang dipimpinnya, mencintai, dan bahkan berani membela dengan resiko apapun terhadap institusi 
yang dipimpinnya itu.  Wawasan, komitmen, dan keberpihakan kepala madrasah harus 
lebih dibanding  dengan para guru dan pegawai yang mengajar dan bekerja di tempat itu.

Wawasan teknis sangat dibutuhkan  oleh  setiap pimpinan apapun, tidak terkecuali pimpinan 
madrasah. Adapun yang dimaksud dengan wawasan teknis adalah menyangkut kehidupan
 lembaga itu sehari-hari. Misalnya, mengetahui  bagaimana menggerakkan guru agar 
bersedia meningkatkan pengetahuan dan profesionalitasnya, bekerja dengan sepenuh hati,
 disiplin dan dedikatif, mencintai murid, dan selalu meraih prestasi terbaik. Masih terkait 
 dengan wawasan teknis, di antaranya adalah, bagaimana menjadikan madrasah mampu 
menjaga kehidupan yang tertib, disiplin, indah, memiliki aura pendidikan, dan semacamnya.   

Sedangkan yang dimaksud dengan wawasan tentang kemanusian  adalah pengetahuan tentang 
orang-orang yang sedang dipimpinnya.  Madrasah akan menjadi maju  manakala 
orang-orangnya  maju. Kepala madrasah harus berhasil mengubah orang dari semula tidak maju,
 males, bekerja asal-asalan, dan seterusnya menjadi orang-orang yang berjiwa kemajuan, rajin, 
 dan bekerja maksimal, jujur, ulet, dan penuh pengabdian. Mengubah sifat, karakter, perilaku itu 
bukan pekerjaan mudah. Tugas itu akan bisa dijalankan dengan baik, manakala  yang
 bersangkutan memiliki wawasan tentang orang-orang yang sedang dipimpinnya. Lebih dari itu, 
pemimpin akan  berhasil,  manakala mampu  memahami pikiran, hati atau suara batin, dan 
 persoalan-persoalan orang-orang  yang sedang dipimpinnya.

Ketiga jenis wawasan itu, selain akan mempermudah kepala  madrasah dalam 
 menjalankan amanahnya,  juga sekaligus akan memperkukuh tekat, niat, semangat 
kerjanya untuk meraih prestasi terbaik. Pemimpin yang memiliki wawasan secara utuh 
seperti itu menjadi tidak akan mudah digoyang oleh kekuatan apapun  dan mereka akan
 mengetahui apa yang akan dikerjakan, mau  mengerjakan, dan juga bersedia menanggung 
semua resiko yang diakibatkan dari apa yang dilakukan untuk memajukan madrasahnya.


KUMPULAN PUISI MOTIVASI KEHIDUPAN


KUMPULAN PUISI MOTIVASI KEHIDUPAN

Oleh : Namirah Akmah Pratiwi (SMK Negeri 1 Dompu)


Puisi Motivasi : Mengusir Malas

Hai , malas yang mengungkungku
Kuingin menghancurkanmu
Karena kau telah menelan masaku
Hai, malas yang selalu lekat menyelinggkup tubuhku
Pada tiap sisi ruang dan waktu
Bodohnya aku tak kuasa menepis keangkuhanmu
Meski telah kuupayakan
Tak bertegur sama denganmu
Kau terus saja menggapai-gapai menarikku
Setiap langkah yang terarah melawanmu
Magnet kemalasan pasang kuda-kuda menjeratku
Kurasa kantuk, berkeringat, pusing dan pegal
Menyeretku kepembaringan…..
Melenakanku dalam mimpi kesiangan
Oh…….
Kemalasan enyahlah…..
Aku tak hendak kehabisan…..
Waktu berhargaku

Puisi Motivasi : Sang Penyemangat

Hatiku begitu menggebu
Setiap kudengar tausiyah suci itu
Rangkai katanya merona hatiku
Alur ritmiknya memerah telingaku
Jiwaku menggebu haru bertalu
Setiap derap pergerakan dihentakkan
Menyentak rasa lengang sanubari
Menggetar senyap keterlenaanku
Wahai geloraku, jangan tenggelamkan
Rasa cintaku pada perjuangan ini
Hanya karena tak bertemu sang guru
Yang selalu mengetuk pintu hatimu
Sematkan dalam ingatanmu,
Pandangan optimis penuh harapan
Seperti menatap indahnya langit biru
Penuh cahaya, menghangatkan hati
Agar kusambut langkah perjuangan itu,
Bersama kalam dan sabda yang tlah terpatri
Buktikan rasa peduli, simbol pemberani
Agar sinarnya terangi persada ini
Jadilah bunga yang harum di persada ini
Yang menebar wangi, pesona alami
Bangkit dan melangkahlah dengan pasti
Peradaban di negeri ini harus tegak berdiri

Puisi Motivasi : Hidup Akan terus Berjalan

kenapa harus menangis selama masih bisa tersenyum?
kenapa harus airmata yang keluar saat sedih mulai menyapa?
Lihatlah keluar,
di sana masih banyak yang lebih susah darimu
lihat mereka,
pikirkanlah, sebelum kamu bersedih
selalu bersyukur dengan apa yang kita dapatkan

Puisi Motivasi : Bukanlah Seekor Burung

Aku bukanlah seekor burung
Dengan kedua sayapku
Aku bisa langsung melesat ke angkasa luas
Tanpa aku merasa takut akan terjatuh
Aku bukanlah seekor burung
Yang bisa terbang melintasi dunia
Sejauh yang aku inginkan
Kemanapun aku pergi
Aku bukanlah seekor burung
Yang bebas bertengger dimana saja
Dan pergi kapan saja
Sesuka hatiku

Puisi Motivasi : Perjalanan Kita

Sekian Lama kita bersama,,
dalam susah,senang,sepi saling berganti,,
tapi kamu,kamu dan kamu selalu ada menemaniku,,
dan kita selalu bersama dengan canda,tawa, maka itulah Persahabatan,,
Tak kusangka waktu begitu cepat, untuk memisahkan kita, sehingga kesedihanpun datang,,
disaat kamu, kamu dan kamu mengejar cita-citamu,,
tak sedkitpun rasa ini meninggalkanmu,,
Suatu hari terdengar kabar, Kamu membutuhkan aku, karena permasalahan besar mendera..
Hanya saja rasa kebersamaan ini selalu menunjukkan bagaimana untuk bisa membuatmu tersenyum,,
Tertawa seperti dulu lagi,, dan menjalani hidup seperti biasanya..
Semoga kamu mendengar Bisikan hatiku ini,,
yang kubisikkan lirih di telingamu, dan tubuh mu yang lemas karena deritamu,,
aku akan selalu menemanimu, dan menjagamu,,
karena kamu,kamu dan kamu adalah orang yang penting bagiku,,
Semangat
Kicauan burung dipagi hari
Seakan bersenandung merdu
bak penyejuk hati
Raga pun terisi semangat baru
Yang dulu sempat pupus ditelan waktu
Indah …
Itu yang kini kurasa
Menyempurnakan diri dalam dalam jiwa yang suci
Menyatu dengan beningnya embun pagi
ketika matahari mulai terbit lagi

SABAR ITU..?????

 MUHASIR
 
Secara global kehidupan semua manusia adalah sama, mereka hanya akan melewati dua sisi hidup yang Allah Ta’ala pasangkan; bahagia dan bencana, mudah dan sulit, suka dan duka. Kita pun sudah, sedang, dan akan terus merasakan keduanya silih berganti. Kehidupan ini bagaikan roda yang berputar, kadang posisi kita di atas dan kadang di bawah, semua akan mendapatkan gilirannya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَتِلْكَ الأيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ
“Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia ..” (QS. Ali Imran (3): 140)
Demikianlah hidup kita. Namun, tidak sedikit manusia yang tidak terima kenyataan ini. Keinginan mereka adalah semua hari adalah bahagia, semua cuaca adalah cerah, semua tanah adalah subur, semua air adalah jernih. Tidak demikian. Manusia semacam ini akan terombang ambing oleh impian dan dipenjara oleh fatamorgana yang hanya dapat berubah jika mereka mau menerima kenyataan hidup dan siap mengarunginya.

Ada pun bagi seorang beriman, mereka akan menyikapi dua sisi hidup ini secara ikhlas dan penuh ridha. Mereka meyakini, baik atau buruk dari apa yang dialami manusia, pastilah memiliki pelajaran berharga dan rahasia manis yang dapat diketahui cepat atau lambat. Tidak ada yang sia-sia.

Allah Ta’ala menceritakan perkataan orang-orang yang mendalam ilmunya (Ulil Albab):
رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلا
“Tuhan kami, tidaklah apa yang Engkau ciptakan ini sia-sia.” (QS. Ali Imran (3): 190)
Ya, semua keadaan pasti membawa manfaat untuk kita, sebab Allah Ta’ala tidaklah mengadakannya untuk main-main dan kesia-siaan. Oleh karena itu, sikap terbaik terhadap bencana adalah bersabar, sikap terbaik terhadap kebahagaiaan adalah bersyukur. Inilah cara yang ditempuh orang beriman, sikap yang diambil para shalihin (orang-orang shalih), dan jawaban yang diberikan para fuqaha (orang-orang yang faham agama).
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga telah menggambarkan:
عَجَباً لأمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَلِكَ لأِحَدٍ إِلاَّ للْمُؤْمِن: إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خيْراً لَهُ
“Sungguh mengagumkan melihat urusan orang mukmin, baginya, semua masalah adalah baik. Dan, sikap yang demikian tidaklah terjadi kecuali oleh orang beriman. Jika dia mendapatkan kebahagiaan dia bersyukur dan itu adalah hal yang baik baginya, dan jika dia mendapatkan keburukan dia bersabar, dan itu adalah hal baik baginya.” (HR. Muslim No. 2999, Ibnu Hibban No. 2896)
Syukur Itu Manis
Manusia yang di dadanya dipenuhi rasa syukur adalah manusia kaya sebenarnya. Hatinya lapang dan jiwanya bersih dari angan-angan kosong dan impian yang melemahkan gairah hidup. Tidak ada waktu baginya memikirkan apa-apa yang dimiliki orang lain, tetapi dia sibuk dengan berbagai nikmat yang Allah Ta’ala yang tak terhingga yang dia dapatkan dariNya. Sehingga lahirlah jiwa yang kaya, dan jiwa yang kaya itulah kaya yang hakiki.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
ليس الغنى عن كثرة العرض، ولكنَّ الغنى غنى النفس
“Bukanlah kekayaan dengan banyaknya harta benda, tetapi kekayaan sebenarnya adalah yang kaya jiwanya.” (HR. Bukhari No. 6081, Muslim No. 1051, At Tirmidzi No. 2373, Ibnu Majah No. 1386, Ibnu Hibban No. 679, Ahmad No. 7316, Abu Ya’la No. 3079, 6583, Ishaq bin Rahawaih dalam Musnadnya No.320)
Jiwa yang kaya itulah raja sebenarnya, seorang raja tidak lagi membutuhkan apa-apa yang ada pada orang lain, begitu pula hamba Allah Ta’ala yang pandai bersyukur, dia merasa cukup dan puas, sehingga mata dan wajahnya tidak pernah menoleh kepada apa yang bukan hak dan miliknya.
Seorang penyair berkata:
اذا كنت ذا قلب قنوع فأنت و مالك الدنيا سواء
“Jika engkau memiliki hati yang puas (qanuu’), maka engkau dan rajanya dunia adalah sama saja!”
Seorang hamba bersyukur bukan hanya di bibir dengan ucapan Alhamdulillah, tetapi dia tampakkan dalam sikap hidup; yaitu menjaga dan memanfaatkan sebaik-baiknya nikmat yang Allah Ta’ala berikan kepadanya dengan cara dan tujuan yang baik pula, tidak iri dan dengki terhadap anugerah yang Allah Ta’ala titipkan kepada orang lain, serta adanya perbaikan dalam kualitas hubungan dengan Allah Ta’ala (ibadah) dan hubungan dengan manusia (sosial).
Percayalah, sikap syukur tidak akan memberikan apa-apa bagi pelakunya kecuali hanya kebaikan dan kebaikan. Dia akan dicintai manusia, sebab kehadirannya bukan ancaman bagi orang lain. Dia akan dicintai Allah Ta’ala, sebab dia tidak kufur atas nikmatNya, bahkan Allah Ta’ala akan menambah nikmat untuk hamba-hambaNya yang bersyukur.
Allah Ta’ala berfirman:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim (14): 7)
Seorang ulama berkomentar tentang ayat ini:
Ingatkah ketika Tuhanmu bersumpah dengan keagunganNya, kekuasaanNya, dan kemahabesaranNya, jika kalian benar-benar mensyukuri nikmatku atas kalian, maka Aku akan benar-benar tambahkan nikmat itu untuk kalian, dan jika kalian kufur terhadap nikmat itu dengan menutup-nutupinya dan mengingkarinya, maka nikmat itu akan diambilNya kembali dan Dia akan memberikan hukuman. (Imam Ibnu Katsir, Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 4/479. Dar Ath Thayyibah Lin Nasyr wat Tauzi’)
Beginilah Cara Mereka Bersyukur
‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha menceritakan tentang ibadahnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كَان يقُومُ مِنَ اللَّيْلِ حتَّى تتَفطَرَ قَدمَاهُ، فَقُلْتُ لَهُ، لِمْ تصنعُ هذا يا رسولَ اللَّهِ، وقدْ غفَرَ اللَّه لَكَ مَا تقدَّمَ مِنْ ذَنبِكَ وما تأخَّرَ؟ قال: “أَفَلاَ أُحِبُّ أَنْ أكُونَ عبْداً شكُوراً؟
Bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berdiri pada shalat malam (tahajud) sampai bengkak kedua kakinya, lalu aku berkata kepadanya: “Kenapa kau lakukan ini wahai Rasulullah? Padahal Allah telah mengampunimu baik dosa yang lalu dan yang akan datang?” Beliau menjawab: “Tidakkah aku suka jika aku menjadi hamba yang bersyukur?” (HR. Bukhari No. 1078, Muslim No. 2819, Ibnu Majah No. 1419, At Tirmidzi No. 412, An Nasa’i No. 1644, Ibnu Khuzaimah No. 1182, 1184)
Lihat! Walaupun Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sudah diampuni semua dosa yang lalu dan akan datang, dia tetap beribadah, bahkan lebih kuat lagi. Tidak justru ‘mentang-mentang’ sudah diampuni lalu menghabiskan waktu dengan senang-senang semata.
Imam Ibnu Qudamah Rahimahullah menceritakan tentang seorang ulama nan shalih, Imam Al Fudhail bin ‘Iyadh. Suatu malam Beliau sedang shalat tahajud, ternyata tanpa sepengetahuannya anaknya yang laki-laki mengikutinya jadi makmum, sampai dia membaca satu ayat yang memilukan hati anak itu, lalu anak itu terjatuh dan wafat.
Keesokan harinya ramai manusia bertakziah ke rumahnya, sebagai rasa ikut berduka. Tetapi, Imam Al Fudhail bin ‘Iyadh justru mengeluarkan perkataan yang mengherankan bagi manusia saat itu. Dia tidak bersedih, tak ad air mata, justru senyumanlah yang ada darinya.
“Jangan kalian kira aku sedang bersedih, justru aku bergembira dengan wafatnya anakku ini, karena dia wafat dalam keadaan husnul khatimah.”
Ya, beliau bukan sedang berduka cita dan bersabar, tetapi sedang bergembira dan bersyukur karena anaknya wafat dalam keadaan yang sangat bagus yakni ketika shalat tahajud. Sungguh jika bukan karena tawakal yang mendalam, sikap seperti Imam Al Fudhail bin ‘Iyadh adalah sikap yang amat sulit dilakukan manusia zaman sekarang.
Sabar Itu Indah
Imam Ahmad bin Hambal Rahimahullah pernah mengatakan bahwa di surga hanya ada dua kelompok manusia; manusia yang bersyukur dan manusia yang bersabar.
Orang-orang sukses, dunia dan akhirat, salah satu kuncinya oleh kesabaran. Lihatlah betapa sabarnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan para sahabatnya dalam mendakwahkan Islam di Jazirah Arab. Walau tantangan, ancaman, pengusiran, bahkan percobaan pembunuhan sudah berkali-kali dirasakannya ketika tiga belas tahun dakwah di Mekkah, akhirnya Allah Ta’ala menangkan dakwah Islam karena buah kesabaran Beliau dan para sahabatnya.
Sabar memang berat. Oleh karena itu, Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah memasukkan sabar dalam menuntut ilmu, sabar dalam menghafalkan ilmu, dan sabar dalam menyampaikan ilmu adalah termasuk jihad fisabilillah. Maka, dari sini kita bisa mengetahui bahwa sabar bukanlah kelemahan, justru sabar adalah kekuatan, sabar bukan kelesuan tetapi dia adalah gairah hidup, sabar bukan kecengengan tetapi dia adalah ketegaran, sabar bukanlah pesimis tetapi dia adalah optimis, dan sabar bukanlah diam membisu tetapi dia adalah pantang menyerah. Dan, orang sabar bukan sekedar yang tidak menangis ketika mendapatkan musibah, bukan pula sekedar tidak mengeluh ketika tertimpa kesulitan, sebab itu barulah tahapan awal kesabaran.
Allah Ta’ala berfirman:
وَكَأَيِّنْ مِنْ نَبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ
`Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. (QS. Ali Imran (3): 146)
Dibalik Sabar Ada Kemenangan
Ini adalah janji Allah Ta’ala kepada hamba-hambaNya yang bersabar. Dan, janjiNya adalah benar. Namun jangan lupa, sabar juga bukan kekuatan tanpa perhitungan, sabar bukan ketegaran tanpa tujuan, sabar bukan pesimis tanpa arahan, sabar bukanlah gerak pantang menyerah namun tanpa pemikiran yang matang. Tidak demikian. Tetapi sabar adalah berpadunya kekuatan dan perhitungan, ketegaran dan tujuan, optimis dan arahan, gerak pantang menyerah dan pemikiran matang, maka tunggulah kemenangan yang Allah Ta’ala janjikan.
Perhatikan firman Allah Ta’ala berikut:
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ حَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ عَلَى الْقِتَالِ إِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ عِشْرُونَ صَابِرُونَ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ وَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ مِائَةٌ يَغْلِبُوا أَلْفًا مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لا يَفْقَهُونَ (65) الآنَ خَفَّفَ اللَّهُ عَنْكُمْ وَعَلِمَ أَنَّ فِيكُمْ ضَعْفًا فَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ مِائَةٌ صَابِرَةٌ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ وَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ أَلْفٌ يَغْلِبُوا أَلْفَيْنِ بِإِذْنِ اللَّهِ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ (66) }
Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti. Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir; dan jika diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang, dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. Al Anfal (8): 65-66)
Maka, Maha Benar Allah ketika berfirman:
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلا عَلَى الْخَاشِعِينَ
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’. (QS. Al Baqarah (2): 45)
Ya, orang sabar akan menjadi pemenang, bagaimana mungkin mereka kalah padahal Allah Ta’ala bersama mereka? Innallaha ma’ash shaabiriin (sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar) …..
Beginilah Kesabaran Mereka
Nabi Nuh ‘Alaihissalam menyebarkan dakwah tauhid dalam waktu 950 tahun, walau dia tahu pengikutnya tidak akan banyak, namun dia tetap berjuang tanpa putus asa.
“Dan telah diwahyukan kepada Nuh bahwasanya tidak akan ada yang beriman di antara kaumnya kecuali orang-orang yang telah beriman ( dari sebelumnya ) maka janganlah kamu putus asa karena apa yang mereka lakukan.” ( QS. Huud : 36 )
Dari ayat ini kita bisa tahu bahwa Nabi Nuh ‘Alaihissalam tidak akan banyak pengikut, tetapi dia terus mendakwahkan agama tauhid tanpa putus asa selama 950 tahun.
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, kemudian dia tinggal di antara mereka selama 950 tahun …” ( QS. Al ’Ankabut : 14 )
Imam Ahmad bin Hambal Rahimahullah mengalami penyiksaan yang amat memilukan selama tiga periode kepempimpinan khalifah yang berbeda yakni khalifah Al Makmun, Al Mu’tashim, dan Al Watsiq, demi mempertahankan aqidah yang benar bahwa Al Quran adalah kalamullah (firman Allah), dan Al Quran bukan makhluk Allah sebagaimana keyakinan kelompok menyimpang Mu’tazilah. Namun, akhirnya pada Al Watsiq beliau dibebaskan, bahkan khalifah ini mengakui kebenaran keyakinan Imam Ahmad bin Hambal dan mendukung dakwahnya.
Imam Ibnu Hajar Al ‘Asqalani Rahimahullah menyusun kitab Fathul Bari selama 25 tahun. Kitab yang memberikan penjelasan terhadap hadits-hadits yang terdapat kitab Shahih Bukhari. Dan, kita ini dinilai sebagai kitab terbaik dan terlengkap dalam bidangnya, khususnya dalam memberikan penjelasan (syarah) terhadap Shahih Bukhari.
Masih banyak contoh-contoh kesabaran orang-orang besar dan sukses selain mereka.
Lalu, di manakah posisi kita di antara mereka?
Wallahu A’lam

Featured Post

PPDB Penerimaan Peserta Didik Baru Madrasah MI Al Faat Bara-Woja 2024

  Adalah singkatan dari Penerimaan Peserta Didik Baru. Merupakan sebuah halaman web yang digunakan oleh masyarakat dan calon siswa untuk men...

oke