Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan

“GURU ADALAH PETANI”

 “GURU ADALAH PETANI” 

(Sebuah Refleksi dan Filosofi Ki Hajar Dewantara)


Dmp,19-08-2022. Salam Sehat dan tetap semangat Bapak/Ibu Calon Pengajar Praktik Angkatan 7, itulah sapaan yang sering di sampaikan oleh para Instruktur dan Fasilitator saat kegiatan pembekalan secara virtual yang  berlangsung kurang lebih  15 hari kedepan. Guru hebat semuanya, Ketika pertama saya bekerja sebagai guru, ayahku, Alm. Abdul Malik bin M.Siddik, yang juga seorang muallaf, guru madrasah, pendiri pondok pesantren dan madrasah swasta memberikan nasehat kepadaku.

"Anakku, sekarang engkau akan memasuki sebuah dunia yang betul-betul memanggul tanggungjawab besar. Karena perkara ini bukan sesuatu yang mudah, 

Sambil tangannya membasuh kepalaku. "Tapi kamu jangan kuatir. Karena bapak yakin kamu bisa memanggul tanggungjawab ini. Hanya saja ayah perlu memberikan padamu gambaran sedikit tentang dunia pendidikan."


Kurang lebih tiga puluh tahun bapak bekerja sebagai guru. Bukan waktu yang singkat anakku. Dari hal itu ayah memiliki sebuah pemahaman bahwa mendidik dapat diibaratkan sebagai orang yang berkebun. Sekolah/Madrasah ibarat ladang, dan benih yang akan ditabur adalah murid kita. Kita sebagai gurunya adalah petaninya. Jika kita menanam benih pada ladang yang subur, lalu kita merawat dan memelihara benih tersebut hingga tumbuh, besar, dan kuat. Menyiram dan memupuknya dengan teratur. Percayalah benih itu tentu akan bertumbuh menjadi tanaman yang menghasilkan buah yang baik dan memuaskan kita sebagai petaninya.


Akan tetapi sebaliknya, jika kita hanya menanam benih dilahan yang tidak dipersiapkan pengolahannya lalu tidak merawat dan menjaganya sungguh-sungguh, tidak menyirami dan memupuknya dengan teratur, maka bukan tumbuhan yang subur dan kuat yang akan kita peroleh, tetapi yang akan kita panen adalah rumput ilalang dan semak-semak."

"Demikian halnya juga kita sebagai guru anakku.Jika kita tidak sungguh-sungguh amanah dalam melaksanakan tugas kita sebagai  guru, tidak mengajar sesuai tugas dan tanggungjawab kita, lebih banyak di luar sekolah mengerjakan tugas lain yang tidak ada hubungannya dengan tugas sebagai guru, absensi disekolah lebih banyak huruf A-nya daripada huruf H-nya, maka kita hanya akan menghasilkan murid yang malas, tidak disiplin, kehilangan budi pekerti, tidak berkarakter, banyak membuat kita pusing dan was-was, miskin prestasi, dan beratus cap buruk lain akan disandang oleh anak didik kita..."

Demikian permulaan nasihat ayahku soal profesi yang akan saya jalani dan pilih untuk kehidupanku. Nyaris sepuluh lebih tahun sudah saya bergelut dengan pekerjaan sebagai guru. Apa yang dikatakan oleh ayah saya sepuluh tahun lalu memang saya rasakan kini. Bahwa mendidik bukan perkara mudah.

Kita harus hadir di sekolah setiap harinya dengan tanggungjawab seharian penuh mengawasi dan menjaga agar mereka tetap fokus dalam menghadapi pelajaran. Kita dituntut membangun kemampuan kognitif dan keterampilannya dengan tidak mengabaikan pembangunan karakter dan ahlak mulia. Tidak hanya itu kita juga berupaya membina agar mereka tidak  terpengaruh oleh serbuan hal-hal negatif yang sangat kuat tarikannya dari luar seperti merokok, narkoba, seks bebas, tawuran, dls.




(Sumber gambar: pusdatin.kemdikbud.go.id)

Pada intinya sebagai petani, yang ingin menuai hasil panen yang memuaskan tentu kita akan berupaya sedapat mungkin setiap hari ke kebun untuk menyiangi rumput yang mengganggu pertumbuhan tanaman kita, kita akan berusaha menyiram dan memupuk tanaman kita agar tumbuh subur dan berkembang. Mencegahnya dari hama yang mungkin akan mengganggu pertumbuhannya.Kita berusaha dengan berbagai daya dan upaya untuk membuat tanaman kita tetap sehat dan bertumbuh normal. 


Seperti itu pula hendaknya kita sebagai guru. menjadi informasi yang dapat diambil hikmah positifnya. Jadi tugas guru di zaman ini sungguh berat. Karena guru adalah obor peradaban.

Dan bagi kita yang telah menetapkan pilihan untuk menjadi seorang guru, sudahkah kita berusaha menjadi guru yang baik? Sudahkah kita menjadi pemberi inspirasi bagi kepekaan kognitif dan kepekaan karakter peserta didik kita. Apakah fasilitas berupa penghargaan terhadap perubahan finansial yang lebih baik dari pemerintah sudah kita manfaatkan sebik-baiknya bagi perkembangan empat kompetensi utama seorang guru? Yakni kompetensi Paedagogik, Kompetensi kepribadian, kompetensi sosial? Mari kita bersama membangun nurani kita untuk menjadikan profesi ini sebagai ladang amal jariyah kita di dunia. Menjadikan profesi ini sebagai sumber pahala yang tiada habisnya. Amin Allahumma Amin.

Wallahulmuwaffiq ila Aqwamith Thariq

Wassalamu`alaikum Wr. Wb










Penulis: Muhasir, M.Pd 

(CPP Angkatan 7, Guru Madrasah dan Dosen Tetap STAI Al-Amin Dompu)






SERBA SERBI PAWAI PADA 1 MUHARRAM 1438 H



KEPALA MI AL-FAAT BARA (MUHASIR AMALIK)BERSAMA KEPALA MI AL-FITRAH MUMBU (MUHAMMAD YAMIN UMAR FARUK)




GURU DAN SISWA MI AL-FAAT BARA PAWAI 1 MUHARRAM 1438 H





GURU DAN KEPALA SEKOLAH SELFIE BERSAMA






MUHASIR BERSAMA ABDUL TOHIR GURU MA AL-YAMINI DAN BAPAK SWANDI GURU MI AL-MUTAHIRIN






SISWA SISWI MI AL-FAAT BARA 






GURU-GURU MI AL-FAAT DAN GURU-GURU MI AL-FITRAH







KEPALA MI BABAUSSALAM NOWA BERSAMA GURU-GURU

Mengenang 1 Tahun kepergian Ayah Tercintaaa....

Kematian adalah takdir Allah Yang Mutlak, Setiap yang bernyawa pasti akan menemui ajalnya, sebaik-baiknya bekal adalah amal kebaikan saat berada di Dunia..


PUISI UNTUK BAPAK KU






Ayah…Tak terasa setahun sudah kau pergi meninggalkan kami..
Ayah…Tak terasa setahun sudah kami hidup tanpa belayan dan tatapan kasih mu…
Ayah…Tak terasa setahun sudah mata ini tak menatap senyuman di wajahmu..
Ayah…Tak terasa setahun sudah hidup ini kami jalani tanpamu…
Ayah…Tak terasa setahun sudah air mata ini menetes ketika rindu merasuk relung hati kamii..

Ayah….Lihatlah kami yang selalu berusaha tegar menjalani kejamnya kehidupan ini…
Ayah…Lihat lah kami yang berjuang menggapai mimpi…

Ayah…Terimakasih atas semua perjuangan dan pengorbananmu untuk membesarkan kami…
Ayah…Terimakasihh kau telah ajarkan kami ketegaran…
Ayah....Terima kasih atas semua kenangan indah kita..
Ayah…Terimakasih kau telah hadir dalam kehidupan kamii..
Ayah..Demi Allah kami menyayangimu hingga hayat ini ikut menyusul kepergianmu….
Kau tak akan pernah terganti Ayah…

Ya allah , ya rahman, ya rahim..
Kami titipkan ayah kami tercinta kepadamu...
Sayangi ia seperti engkau menyayangi kami..
Pertemukan lah kami kembali di alam nun jauh nanti…
Satukan kami dalam indahnya surgamu..
Ampuni setiap kesalahan dan kekhilafannya…
Berikan ia tempat terindah disisimu ya rob…
Sesungguhnya kami lemah, kami tak berdaya tanpa kekuasaanmu ya Allah..
Kabulkan doa dan permohonan kami..
Amin ya Allah..amin ya robbalalamin..

Selamat jalan…
Selamat jalan…
Selamat jalan ayah…
Doa kami selalu menyertaimu…
Peluk dan cium kamii untuk mu ayah…

By: Hasir Bly, Syafar, Atimah, Mira, Maya dan Kaimun
30 November 2016























"Kelas Pencerah"


Hai kakak-kakak keren dan Guru-guru Madrasah, masih dalam rangkaian#PestaPendidikan di #BulanPendidikan kali ini, Komunitas Pencerah Dompu juga turut merayakan pekan pendidikan dengan mengadakan "Kelas Pencerah". Apa itu Kelas Pencerah?
Kelas Pencerah adalah kelas interaktif yang mengajak para profesional untuk bercerita dan berbagi pengalaman dengan profesi mereka secara simultan di hadapan adik-adik MI Al Faat. Profesi yang para profesional kenalkan dapat dilakukan dengan beberapa metode, seperti Audio Visual, mendongeng atau pun mengajak adik-adik bermain.

Siapa saja yang bisa berpartisipasi?
Kakak-kakak bisa turut serta bersama Profesional dan Adik-adik MI Al Faat untuk menyemarakkan keseruan Kelas Pencerah besok dengan cara menghubungi Narahubung kami, Dae Han (0821 4432 4060). Apa saja yang perlu dipersiapakan untuk ikut serta?
Kakak-kakak membawa bekal niat tulus untuk belajar dan mau bersilaturahmi dengan Relawan Penggerak Komunitas Pencerah Dompu, Pihak Sekolah juga para Profesional. Akan ada pengalaman berharga yang lahir dari keceriaan Kelas Pencerah.

Kalau di Jakarta sedang berlangsung rangkaian kegiatan #PestaPendidikan, maka di Dompu, dari dalam bilik-bilik kelas MI Al Faat juga turut merayakan bahwa pendidikan adalah pelita cita-cita anak bangsa.

Kembali ke sekolah, nyalakan lilin harapan

Salam Pencerah 
😊

Oposisi adalah Keniscayaan dalam Berdemokrasi

Dalam demokrasi, kehadiran oposisi adalah keniscayaan. Mengabaikan eksistensinya, sama halnya deng
an menolak kehadiran demokrasi itu sendiri. Jika ada kekuasaan yang memerintah, maka sah pula kehadiran kekuasaan yang beroposisi. Di Amerika dan Australia, dan beberapa negara penganut demokrasi lainya, kehadiran kekuatan oposisi telah menjadi pranata demokrasi yang penting. Ini yang membuat demokrasinya semakin matang dan bermartabat.
Sebaik apa pun demokrasi yang dibangun, selalu ada potensi penyalahgunaan kekuasaan dan dapat bertindak kesewenang-wenangan. Pada titik inilah, urgensi hadirnya kekuatan oposisi sebagai kekuatan penyeimbang untuk mengawasi dan mengoreksi jalanya pemerintahan yang tidak pro rakyat.Tidak ada yang perlu khawatir dengan kehadirannya, jika suatu negera menisbatkan dirinya sebagai negara penganut demokrasi.
Kehadiran kekuatan penyeimbang dalam demokrasi, bukanlah di pahami sebagai kekuatan yang merong-rong kekuasaan. Keberedaan kekuatan oposisi, mestinya di pahami sebagai kekuatan penyeimbang untuk mengoreksi kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat. Kehadiran oposisi dalam pemerintahan setidaknya, akan berdampak posotif sehingga melahirkan kebijakakan-kebijakan yang pro rakyat.
Distribusi kekuasaan yang di gagas John Lock dengan trias politikanya, mengharuskan kehadiran kekuatan penyeimbang dalam menjalankan kekuasaan. Diantara kelemehan rezim orde baru adalah, ketika rezim represif itu meniadakan kekuatan oposisi. Ketika ada yang kritis dengan kebijakanya, maka seenaknya ia libas. Yang perlu di khawatirkan adalah, kekuasaan yang enggan untuk di awasi dan di kontrol. Kita tidak bisa bayangkan jika suatu negara yang menganut sistem demokrasi, hanya dikntrol oleh satu kekuatan. Jika kekuasan Ekskutif, legislative, Yudikatif dan Pers dibawah kendali rezim berkuasa,maka bukan tidak mungkin akan lahir kembali rezim yang represif

kami RINDU papa


Tanpa terasa setahun telah berlalu…
mata tak dapat membendung tumpah linangan air mata seiring waktu telah berganti
sejak kepergianmu terasa begitu  sepi, hati kami sangat merindukan mu
didalam sepi ku merindukanmu
ayah maafkan aku
dulu aku tak pamit padamu saat aku pergi untuk menuntut ilmu
namun, saat ku dapat kabar tentangmu,
akupun pulang
dan hanya jasadmu yng sudah terbujur kaku yang kutemui
kini baru kusadari arti dari kehilangan
masih segar goresan luka kepergianmu
masih terbayang kenangan indah masa lalumu
kini semua benar benar telah berlalu
sedih ini bercampur pilu
tangis ini bercampur rindu
apalah dayaku kini ku hanya bisa memandang FOTO MU
saat kulihat DIRI MU tak kusadari air mata mengalir di pipi
Tuhan
dalam sujudku berdoa padaMu
memohon agar ayah dijauhkan dari GODAAN SYETAN
malam ini aku menangis mengenang masa2 bersamamu
aku rindu canda tawamu
aku rindukan senyuman manismu
aku rindukan semua nasehat darimu papa

ganguan kepribadian ( personality disorder ) 2


mencari pujian konstan. Mereka suka 
berpakaian ”yang memancing” atau melebih- 
lebihkan kelemahannya untuk mendapatkan 
perhatian. Mereka juga cenderung membesar- 
besarkan persahabatan dan hubungan, percaya 
bahwa setiaporang menyukai mereka. Mereka 
sering manipulatif. 
Gejala Personality Disorder Histrionic: 
• Kebutuhan untuk menjadi pusat 
perhatian. 
• Berpakaian atau melakukan tindakan- 
tindakan provokatif. 
• Emosinya dapat berubah dengan cepat. 
• Melebih-lebihkan persahabatan. 
• Terlalu-dramatis , terkadang sangat 
”lebay”. 
• Mudah dipengaruhi, gampang dibujuk. 
7. Narcissistic 
Gangguan kepribadian Narcissistic dicirikan 
oleh keterpusatan diri. Seperti gangguan 
Histrionic, orang-orang dengan gangguan ini 
senang mencari perhatian dan pujian. Mereka 
membesar-besarkan prestasi mereka, 
mengharapkan orang lain untuk mengakui 
mereka sebagai superior. Mereka cenderung 
teman, karena mereka percaya bahwa tidak 
sembarang orang yang layak menjadi teman 
mereka. Narsisis cenderung membuat kesan 
pertama yang baik, namun mengalami 
kesulitan menjaga hubungan jangka panjang. 
Mereka umumnya tidak tertarik pada 
perasaanorang lain dan dapat mengambil 
keuntungan dari mereka. 
Gejala narsisistik Personality Disorder: 
• Membutuhkan pujian dan kekaguman 
berlebihan 
• Mengambil keuntungan dari orang lain 
• Merasa diri penting 
• Kurangnya empati 
• Berbohong, diri dan orang lain 
• Terobsesi dengan fantasi ketenaran, 
kekuasaan, atau kecantikan 
8. Avoidant 
Gangguan kepribadian yang ditandai dengan 
kegelisahan sosial yang ekstrim. Orang dengan 
gangguan ini sering merasa ”tidak cukup”, 
menghindari situasi sosial, dan mencari 
pekerjaan dengan sedikit kontak denganorang 
lain. Avoidant takut ditolak dan khawatir jika 
mereka memalukan diri mereka sendiri di 
depan orang lain. Mereka membesar-besarkan 
potensi kesulitan pada situasi baru untuk 
membuat orang berpikir agar menghindari 
situasi itu. Sering kali, mereka akan 
menciptakan dunia fantasi untuk pengganti 
yang asli. Tidak seperti gangguan kepribadian 
skizofrenia, avoidant merindukan hubungan 
sosial, tetapi belum merasa merekabisa 
mendapatkannya. Mereka sering mengalami 
depresi dan memiliki kepercayaan diri yang 
rendah. 
Gejala Personality Disorder Avoidant : 
• Keengganan dalam relasi sosial; 
mundur dari orang lain dalam 
mengantisipasi penolakan 
• Terobsesi denga tolakan atau kritikan 
dalam situasi sosial 
• Takut dianggap memalukan, sehingga 
menghindari kegiatan baru 
• Miskin citra diri; perasaan tidak puas 
dalam kehidupan sosial 
• Keinginan untuk meningkatkan 
hubungan sosial 
• Nampak sibuk sendiri dan tidak ramah 
• Menciptakan kehidupan fantasi rumit 
9. Dependent 
Gangguan kepribadian ini ditandai dengan 
kebutuhan untuk dijaga. Orang dengan 
kelainan ini cenderung bergantung pada orang 
dan merasa takut kehilangan mereka. Mereka 
mungkin menjadi bunuh diri ketika berpisah 
dengan orang yang dicintai. Mereka cenderung 
untuk membiarkan orang lain mengambil 
keputusan penting bagi mereka dan sering 
melompat dari hubungan satuke hubungan yang 
lainnya. mereka sering bertahan dalam suatu 
hubungan, walaupun sering dikasari atau 
disakiti. kepekaan berlebih terhadap penolakan 
umum. Mereka sering merasa tak berdaya dan 
tertekan. 
Gejala Gangguan Kepribadian Dependent: 
• Kesulitan membuat keputusan 
• Perasaan tidak berdaya saat sendirian 
• Berpikir ingin bunuh diri jika ditalak 
• Pasrah 
• Merasa terpuruk jika dikritik atau 
ketika tisak disetujui idenya 
• Tidak dapat memenuhi tuntutan hidup 
sehari hari 
10. Obsessive Compulsive 
Nama gangguan kepribadian Obsesif-Kompulsif 
(OCDP) mirip dengan kecemasan obsesif- 
kompulsif, namun keduanya sangat berbeda. 
Orang dengan gangguan kepribadian obsesif- 
kompulsif terlalu fokus pada keteraturan dan 
kesempurnaan. Mereka harus melakukan 
segalanya “benar” sering mengganggu 
produktivitas mereka. Mereka cenderung untuk 
terjebak dalam halhal yang detil, namun 
kehilangan gambaran yang lebih besar. Mereka 
menetapkan standar yang tinggi tidak masuk 
akal untuk diri mereka sendiri dan orang lain, 
dan cenderung sangat kritis terhadap orang 
lain ketika mereka tidak hidup sampai saat ini 
standar yang tinggi. Mereka menghindari 
bekerja dalam tim, percaya orang lain terlalu 
ceroboh atau tidak kompeten. Mereka 
menghindari membuat keputusan karena 
mereka takut membuat kesalahan dan jarang 
murah hati dengan waktu atau uang. Mereka 
sering mengalami kesulitan mengekspresikan 
emosi. 
Gejala Gangguan Kepribadian Obsesif- 
Kompulsif: 
• mencari kesempurnaan dan disiplin 
yang berlebihan 
• suka dengan ketertiban 
• kaku 
• Kurang murah hati 
• terlalu fokus pada detail dan aturan 
• suka bekerja keras untuk bekerja, 
kadang berlebihan

CANDI-CANDI DI JAWA TENGAH

      CANDI-CANDI DI JAWA TENGAH
      
      Kata “candi” mengacu pada berbagai macam bentuk dan fungsi bangunan, antara lain empat beribadah, pusat pengajaran agama, tempat menyimpan abu jenazah para raja, tempat pemujaan atau tempat bersemayam dewa, petirtaan (pemandian) dan gapura. Walaupun fungsinya bermacam-macam, secara umum fungsi candi tidak dapat dilepaskan dari kegiatan keagamaan, khususnya agama Hindu dan Budha, pada masa yang lalu. Oleh karena itu, sejarah pembangunan candi sangat erat kaitannya dengan sejarah kerajaan-kerajaan dan perkembangan agama Hindu dan Budha di Indonesia, sejak abad ke-5 sampai dengan abad ke-14.
Candi-candi Budha umumnya dibangun sebagai bentuk pengabdian kepada agama dan untuk mendapatkan ganjaran. Ajaran Buddha yang tercermin pada candi-candi di Jawa Tengah adalah Budha Mahayana, yang masih dianut oleh umat Budha di Indonesia sampai saat ini. Berbeda dengan aliran Budha Hinayana yang dianut di Myanmar dan Thailand.
Berikut kami akan memaparkan 12 Candi Budha menurut Sharing di Sini yang terdapat di Pulau Jawa bagian tengah tepatnya di Propinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta yang layak untuk kita jadikan salah satu agenda wisata di Jawa Tengah dan Yogyakarta.
        # Candi Banyunibo
       Candi Banyunibo terletak di selatan Desa Cepit, Kelurahan Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Letaknya sekitar 200 m dari Candi Barong, sekitar 1 km sebelah barat daya jalan raya Yogya-Solo. Candi Budha ini berdiri menghadap ke barat, menyendiri di lahan pertanian. Pada saat ditemukan, candi ini hanya berupa reruntuhan. Berdasarkan hasil penelitian diperkirakan bahwa Candi Banyuniba terdiri atas satu candi induk yang menghadap ke Barat dan dikelilingi deretan candi perwara berbentuk stupa, 3 berderet di selatan dan 3 lagi di timur. Di halaman belakang candi terdapat sebuah lubang seperti sumur. Ukuran Candi Banyunibo relatif kecil, yaitu lebar 11 m dan panjang sekitar 15 m. Tubuh candi berdiri di atas ‘batur’ setinggi 2,5 m yang terletak di tengah hamparan batu andesit yang tertata rapi. Selisih luas batur dengan tubuh candi membentuk selasar yang cukup lebar untuk dilalui 1 orang. Dinding dan pelipit atas batur dipenuhi dengan hiasan bermotif sulur dan dedaunan yang menjulur keluar dari sebuah wadah mirip tempayan.  Di setiap sudut kaki candi terdapat hiasan mirip kepala Kala yang disebut ‘jala dwara”. Hiasan ini berfungsi sebagai saluran pembuang air hujan. Atap candi berbentuk limasan seperti kubah (dagoba) dengan stupa di puncaknya.
 



          # Candi Borobudur
       Candi Barabudur  terletak di Kabupaten Magelang, sekitar 15 km ke arah Baratdaya Yogyakarta. Candi Budha terbesar di Indonesia ini telah warisan budaya dunia dan telah terdaftar dalam daftar warisan dunia (world heritage list). Lokasi Candi Barabudhur yang merupakan bukit kecil dikelilingi oleh pegunungan Menoreh, G. Merapi dan G. Merbabu di timurlaut, serta G. Sumbing dan G. Sindoro di baratlaut. Candi Barabudhur berdiri di atas bukit yang memanjang arah timur-barat. Candi ini dibangun dari balok batu andesit sebanyak 47,500 m3, yang disusun rapi tanpa perekat, dan dilapisi dengan lapisan putuh ‘vajralepa’, seperti yang terdapat di Candi Kalasan dan Candi Sari. Bangunan  kuno Barabudur berbentuk limas bersusun dengan tangga naik di keempat sisi, yaitu sisi timur, selatan, barat, dan utara. Tangga paling bawah dihiasi dengan kepala naga dengan mulut menganga dan seekor singa duduk di dalamnya. Dugaan bahwa Candi Barabudur menghadap ke timur diperkuat dengan adanya pahatan relief pradaksina ( yang dibaca memutar searah jarum jam), berawal dari dan berakhir di sisi timur. Selain itu, arca singa yang terbesar juga terdapat di sisi timur. Tangga menuju ke tingkat yang lebih tinggi dilengkapi dengan gerbang yang berukir indah dengan kalamakara tanpa rahang bawah di atas ambang pintu. Pada mulanya tinggi keseluruhan bangunan kuno ini mencapai 42 m, namun setelah pemugaran tingginya hanya mencapai 34,5 m. Batur atau kaki candi berdenah bujur sangkar dengan luas denah dasar 123 x 123 m, dilengkapi penampil yang menjorok keluar di setiap sisi. Keseluruhan bangunan terdiri atas 10 lantai yang luasnya mencapai 15, 13 m2. Lantai I sampai dengan lantai VII berbentuk persegi, sedangkan lantai VII sampai dengan lantai X berbentuk lingkaran. Candi Barabudur tidak mempunyai ruangan untuk tempat beribadah atau melakukan pemujaan karena candi ini dibangun untuk tempat berziarah dan memperdalam  pengetahuan tentang Budha. Luas dinding keseluruhan mencapai 1500 m2, dihiasi dengan  1460 panil relief, masing-masing selebar 2 m. Jumlah Arca Buddha, termasuk yang telah  rusak, mencapai 504 buah.  Arca-arca Budha tersebut menggambarkan Budha dalam berbagai sikap.
 










       # Candi Bubrah
       Candi Bubrah terletak di dalam Kawasan Wisata Prambanan, yaitu di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah. Tidak banyak informasi yang didapat mengenai candi yang saat ini tinggal berupa ‘batur’ (kaki candi) yang telah rusak dan onggokan batu bekas dinding. Nama ‘Bubrah’ dalam bahasa Jawa berarti hancur berantakan. Tidak jelas apakah candi ini dinamakan Bubrah karena ketika ditemukan kondisinya memang sudah dalam keadaan (bubrah) berantakan atau karena memang itulah namanya. Ukuran Candi Buddha ini relatif kecil dengan denah dasar persegi panjang, memanjang arah utara-selatan. Ukuran tepatnya tidak bisa didapatkan karena reruntuhan candi ini dikelilingi pagar terkunci. Tinggi batur (kaki) candi sekitar 2 m. Sepanjang pelipit atas dihiasi dengan pahatan berpola simetris. Tidak terlihat adanya sisa-sisa relief pada dinding kaki candi. Tangga naik ke selasar di permukaan batur terletak di sebelah timur.
 


 


         # Candi Kalasan
        Candi Kalasan terletak di Desa Kalibening, Tirtamani, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya sekitar 16 km ke arah timur dari kota Yogyakarta. Dalam Prasasti Kalasan dikatakan bahwa candi ini disebut juga Candi Kalibening, sesuai dengan nama desa tempat candi tersebut berada. Tidak jauh dari Candi Kalasan terdapat sebuah candi yang bernama  Candi Sari. Kedua candi tersebut memiliki kemiripan dalam keindahan bangunan serta kehalusan pahatannya.
Ciri khas lain yang hanya ditemui pada kedua candi itu ialah digunakannya vajralepa (bajralepa) untuk melapisi ornamen-ornamen dan relief pada dinding luarnya. Menurut Prasasti Kalasan yang ditulis pada tahun Saka 700 (778 M)., dalam Prasasti Kalasan diterangkan bahwa para penasehat keagamaan Wangsa Syailendra telah menyarankan agar Maharaja Tejapurnama Panangkarana mendirikan bangunan suci untuk memuja Dewi Tara dan sebuah biara untuk para pendeta Budha. Bangunan candi diperkirakan berada pada ketinggian sekitar dua puluh meter diatas permukaan tanah, sehingga tinggi keseluruhan bangunan candi mencapai 34 m.

Candi Kalasan berdiri diatas alas berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 45×45 m yang membentuk selasar di sekeliling candi. Di setiap sisi terdapat tangga naik ke emperan candi yang dihiasi sepasang kepala naga pada kakinya. Di hadapan anak tangga terbawah terdapat hamparan lantai dari susunan batu. Di depannya kaki tangga dipasang lempengan batu yang tipis dan halus dengan bentuk berlekuk-lekuk. Bangunan candi secara keseluruhan berbentuk empat persegi panjang berukuran 34x 45 m, terdiri atas ruang utama yang berbentuk bujur sangkar dan bilik-bilik yang menjorok keluar di tengah keempat sisinya. Dinding di sekeliling kaki candi dihiasi dengan pahatan bermotif kumuda, yaitu daun kalpataru yang keluar dari sebuah jambangan bulat. Candi Kalasan memiliki 4 buah pintu yang terletak di keempat sisi, namun hanya pintu di sisi timur dan barat yang mempunyai tangga untuk mencapai pintu dan hanya pintu di sisi timur yang merupakan pintu masuk ke ruang utama di tengah candi. Dilihat dari letak pintu utamanya tersebut dapat dikatakan bahwa Candi Kalasan menghadap ke timur. Di sepanjang dinding candi terdapat cekungan-cekungan yang berisis berbagai arca. Diatas semua pintu dan cekungan selalu dihiasi dengan pahatan bermotif Kala. Tepat di atas ambang pintu, di bawah pahatan Kalamakara, terdapat hiasan kecil berupa wanita bersila memegang benda di kedua belah tangannya. Relung-relung di sisi kiri dan kanan atas pintu candi dihiasi dengan sosok  dewa dalam posisi berdiri memegang bunga teratai. Bagian  atas tubuh candi berbentuk kubus yang melambangkan puncak Meru, dikelilingi oleh 52 stupa setinggi, rata-rata, 4,60 m.Sepanjang batas antara atap dan tubuh candi dihiasi dengan deretan makhluk kerdil yang disebut Gana. Atap candi ini berbentuk segi delapan dan bertingkat dua. Tingkat pertama dihiasi dengan relung-relung berisi arca Budha, sedangkan tingkat ke dua dihiasi dengan relung-relung berisi arca Dhayani Budha. Puncak candi sesungguhnya berbentuk stupa .Ruang utama candi berbentuk bujur sangkar dan mempunyai pintu masuk di sisi timur. Di dalam ruangan tersebut terdapat susunan batu bertingkat yang dahulu merupakan tempat meletakkan patung Dewi Tara yang terbuat dari perunggu setinggi enam meter, di belakang susunan batu tersebut terdapat semacam altar pemujaan.
 









         # Candi Lumbung
       Candi Lumbung terletak beberapa ratus meter di sebelah Selatan Candi Sewu. Candi ini sudah masuk dalam wilayah Kabupaten Klaten, Surakarta. Tidak jelas apakah nama Lumbung memang merupakan nama candi ini atau nama itu hanya merupakan sebutan masyarakat di sekitarnya karena bentuknya yang mirip lumbung (bangunan tempat penyimpanan padi). Bangunan suci Buddha ini merupakan gugus candi yang terdiri atas 17 bangunan, yaitu satu candi utama yang terletak di pusat, dikelilingi oleh 16 candi perwara. Halaman komples Candi Lumbung ini ditutup hamparan batu andesit.
 
       # Candi Mendut
         Candi Mendut terletak di Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa barat, sekitar 38 km ke arah barat laut dari Yogyakarta. Lokasinya hanya sekitar 3 km dari Candi Barabudhur, yang mana Candi Buddha ini diperkirakan mempunyai kaitan erat dengan Candi Pawon dan Candi Mendut. Ketiga candi tersebut terletak pada satu garis lurus arah utara-selatan. Konon candi mendut diperkirakan usianya lebih tua dibandingkan dengan Candi Borobudur. Candi ini pertama kali ditemukan kembali pada tahun 1836. Seluruh bangunan candi Mendut diketemukan, kecuali bagian atapnya. Pada tahun 1897-1904, pemerintah Hindia Belanda melakukan uapaya pemugaran yang pertama dengan hasil yang cukup memuaskan walaupun masih jauh dari sempurna. Kaki dan tubuh candi telah berhasil direkonstruksi. Pada tahun 1908, Van Erp memimpin rekonstruksi dan pemugaran kembali Candi Mendut, yaitu dengan menyempurnakan bentuk atap, memasang kembali stupa-stupa dan memperbaiki sebagian puncak atap. Candi Mendut memiliki denah dasar berbentuk segi empat. Tinggi bangunan seluruhnya 26,40 m. Tubuh candi Buddha ini berdiri di atas batur setinggi sekitar 2 m. Di permukaan batur terdapat selasar yang cukup lebar dan dilengkapi dengan langkan. Dinding kaki candi dihiasi dengan 31 buah panel yang memuat berbagai relief cerita, pahatan bunga dan sulur-suluran yang indah.
 


                 CANDI DI JAWA BARAT

                           1. Candi Cetho
 












Candi Cetho merupakan sebuah candi bercorak agama Hindu peninggalan masa akhir pemerintahan Majapahit (abad ke-15). Laporan ilmiah pertama mengenainya dibuat oleh Van de Vlies pada 1842. A.J. Bernet Kempers juga melakukan penelitian mengenainya. Ekskavasi (penggalian) untuk kepentingan rekonstruksi dilakukan pertama kali pada tahun 1928 oleh Dinas Purbakala Hindia Belanda. Berdasarkan keadaannya ketika reruntuhannya mulai diteliti, candi ini memiliki usia yang tidak jauh dengan Candi Sukuh. Lokasi candi berada di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, pada ketinggian 1400m di atas permukaan laut.
Ciri-cirinya:
Pada keadaannya yang sekarang, Candi Cetho terdiri dari sembilan tingkatan berundak. Sebelum gapura besar berbentuk candi bentar, pengunjung mendapati dua pasang arca penjaga. Aras pertama setelah gapura masuk merupakan halaman candi. Aras kedua masih berupa halaman dan di sini terdapat petilasan Ki Ageng Krincingwesi, leluhur masyarakat Dusun Cetho.
 


             2. Candi Asu
 
       Candi Asu adalah nama sebuah candi peninggalan budaya Hindu yang terletak di Desa Candi Pos, kelurahan Sengi, kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, provinsi Jawa Tengah (kira-kira 10 km di sebelah timur laut dari candi Ngawen). Di dekatnya juga terdapat 2 buah candi Hindu lainnya, yaitu candi Pendem dan candi Lumbung (Magelang). Nama candi tersebut merupakan nama baru yang diberikan oleh masyarakat sekitarnya.
Ciri-cirinya :
Disebut Candi Asu karena didekat candi itu terdapat arca Lembu Nandi, wahana dewa Siwa yang diperkirakan penduduk sebagai arca asu ‘anjing’. Disebut Candi Lumbung karena diduga oleh penduduk setempat dahulu tempat menyimpan padi (candi Lumbung yang lain ada di kompleks Taman Wisata candi Prambanan). Ketiga candi tersebut terletak di pinggir Sungai Pabelan, dilereng barat Gunung Merapi, di daerah bertemunya (tempuran) Sungai Pabelan dan Sungai Tlingsing. Ketiganya menghadap ke barat. Candi Asu berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 7,94 meter. Tinggi kaki candi 2,5 meter, tinggi tubuh candi 3,35 meter. Tinggi bagian atap candi tidak diketahui karena telah runtuh dan sebagian besar batu hilang. Melihat ketiga candi tersebut dapat diperkirakan bahwa candi-candi itu termasuk bangunan kecil. Di dekat Candi Asu telah diketemukan dua buah prasati batu berbentuk tugu (lingga), yaitu prasasti Sri Manggala I ( 874 M ) dan Sri Manggala II ( 874 M ).








         3. Candi Gunung Wukir
 
           Candi Gunung Wukir atau Candi Canggal adalah candi Hindu yang berada di dusun Canggal, kalurahan Kadiluwih, kecamatan Salam, Magelang, Jawa Tengah. Candi ini tepatnya berada di atas bukit Gunung Wukir dari lereng gunung Merapi pada perbatasan wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Menurut perkiraan, candi ini merupakan candi tertua yang dibangun pada saat pemerintahan raja Sanjaya dari zaman Kerajaan Mataram Kuno, yaitu pada tahun 732 M (654 tahun Saka).
Ciri-cirinya:
Kompleks dari reruntuhan candi ini mempunyai ukuran 50 m x 50 m terbuat dari jenis batu andesit, dan di sini pada tahun 1879 ditemukan prasasti Canggal yang banyak kita kenal sekarang ini. Selain prasasti Canggal, dalam candi ini dulu juga ditemukan altar yoni, patung lingga (lambang dewa Siwa), dan arca lembu betina atau Andini.



           4. Candi Prambanan
 
Berdiri di bawah Candi Hindu terbesar di Asia Tenggara ini selarik puisi tiba-tiba terlintas di benak


Candi Prambanan yang dikenal juga sebagai Candi Roro Jonggrang ini menyimpan suatu legenda yang menjadi bacaan pokok di buku-buku ajaran bagi anak-anak sekolah dasar. Kisah Bandung Bondowoso dari Kerajaan Pengging yang ingin memperistri dara cantik bernama Roro Jonggrang. Si putri menolak dengan halus. Ia mempersyaratkan 1000 candi yang dibuat hanya dalam waktu semalam. Bandung yang memiliki kesaktian serta merta menyetujuinya. Seribu candi itu hampir berhasil dibangun bila akal licik sang putri tidak ikut campur. Bandung yang kecewa lalu mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca, yang diduga menjadi arca Batari Durga di salah satu candi.






              5. Candi Gunung Sari
 
         Candi Gunung Sari adalah salah satu candi Hindu Siwa yang ada di Jawa. Lokasi candi ini berdekatan dengan Candi Gunung Wukir tempat ditemukannya Prasasti Canggal.
Ciri-cirinya:
Candi Gunung Sari dilihat dari ornamen, bentuk, dan arsitekturnya kemungkinan lebih tua daripada Candi Gunung Wukir. Di Puncak Gunung Sari kita bisa melihat pemandangan yang sangat mempesona dan menakjubkan. Candi Gunung Sari terletak di Desa Gulon, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Semoga di masa depan Candi Gunung Sari semakin dikenal oleh banyak orang untuk dapat menemukan inspirasi dan keindahanny.


Meningkatkan kualitas

Meningkatkan kualitas pendidikan dengan fokus pada peningkatan kualitas guru menjadi perhatian kita ke depan. Penambahan alokasi tunjangan untuk guru ini adalah salah satu elemen penting untuk peningkatan kesejahteraan guru dalam upaya meningkatkan kualitasnya. Mari kita bersama mengawal agar alokasi ini efektif dan transparan.

VISI DAN MISI UMKM AL-FAAT



VISI DAN MISI
“KELOMPOK USAHA” UMKM AL-FAAT
Alamat : Jln. Irigasi No. 1 Sipon Desa Bara Kec. Woja Kab. Dompu
 


Visi
Mencetak insan-insan koperasi yang berkualitas,
bertanggung jawab dan professional. 
Misi
§  Mendidik dan Melatih anggota tentang Perkoperasian
§  Melibatkan secara  aktif seluruh anggota untuk berpartisipasi dalam Koperasi Sekolah/Madrasah
§  Menyediakan barang-barang UMKM kebutuhan anggota
§  Memberikan harga-harga barang yang layak
§  Memberi pelayanan yang memuaskan kepada seluruh anggota
§  Melaksanakan kegiatan Bakti Sosial Masyarakat


SEJARAH KOPERASI SEKOLAH MI AL-FAAT SIPON-BARA

SEJARAH  KOPERASI SEKOLAH
MI AL-FAAT SIPON-BARA

Alamat : Jalan Irigasi No. 1 Sipon Desa Bara Kec.Woja Kab.Dompu
Pengertian Koperasi
Koperasi sekolah  adalah koperasi yang didirikan di lingkungan sekolah Anggota-anggotanya terdiri atas siswa sekolah. Koperasi sekolah dapat didirikan pada berbagai tingkatan sesuai jenjang pendidikan. Sebagai contoh, koperasi sekolah dasar, koperasi sekolah menengah pertama, dan seterusnya. Koperasi tidak berbadan hukum. Pengurus dan pengelola koperasi sekolah dilakukan oleh para siswa di bawah bimbingan kepala sekolah dan guru-guru. Tanggung jawab ke luar koperasi sekolah dilakukan oleh kepala sekolah. Pembinaan terhadap koperasi sekolah dilaksanakan bersama antara Kantor  Menteri Negara Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Departemen Pendidikan Nasional RI dan Departemen Agama RI.
Koperasi sekolah tidak berbadan hukum seperti koperasi-koperasi lainnya karena siswa belum mampu melakukan tindakan hukum. Koperasi sekolah diharapkan menjadi sarana bagi pelajar untuk belajar melakukan usaha, mengembangkan kemampuan berorganisasi, mendorong untuk berinovasi, dan sebagainya.
Profil Koperasi Sekolah MI AL-Faat Bara
Koperasi Sekolah MI AL-Faat Bara dididirikan oleh para pengusaha kecil pada tahun 2010 yang memberi solusi dalam mengatasi kesulitan untuk mendapatkan bantuan permodalan, karena pada umumnya mereka mengelola usahanya secara tradisional untuk sekolah.
Untuk menanggulangi kesulitan tersebut pada tanggal 10 Februari 2010 diadakan pertemuan yang terdiri dari tokoh masyarakat dari ketiga etnis : pribumi, keturunan china dan keturunan arab. Mereka sepakat membentuk koperasi yang usahanya di sekolah MI AL-Faat. Dan atas dasar kesepakatan, koperasi tersebut diberi nama Koperasi Mi Al-Faat dengan harapan agar dapat memberikan jasa dan manfaat bagi anggota,gerakan koperasi, masyarakat, lingkungan dan juga para siswa dan siswi.
Sejak berdiri sampai sekarang mengikutsertakan secara aktif semua pihak dan golongan tanpa membedakan suku,ras,golongan dan agama semata-mata hanya untuk bersatu padu dalam hidup berdampingan untuk memecahkan masalah di bidang ekonomi secara bersama-sama dalam satu wadah koperasi.
VISI KOPERASI UNIT USAHA TOKO DI MI AL FAAT
Terwujudnya Koperasi MI AL-Faat yang mandiri dan tangguh dengan berlandaskan amanah dalam membangun ekonomi bersama dan berkeadilan di Indonesia.



MISI KOPERASI UNIT USAHA TOKO DI MI AL FAAT
Upaya untuk mewujudkan VISI, Koperasi  MI AL-Faat melakukan aktifitas sebagai berikut :
·         Mengajak seluruh potensi yang ada dalam masyarakat dengan tanpa membedakan suku,ras,golongan dan agama, agar mereka dapat bersama -sama, bersatu padu dan beritikad baik dalam membangun ekonomi kerakyatan secara bergotong royong dalam bentuk koperasi.
·         Membantu para pedagang kecil dan menengah didalam mobilisasi permodalan demi kelancaran usaha sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.
·         Turut membantu pembangunan ekonomi dan menunjang pelaksanaan kegiatan usaha secara aktif dengan mengajak mitra usaha lainnya.
Kiat-Kiat Keberhasilan
Mengutip dari pakar yang telah mengadakan penelitian di Koperasi MI AL-Faat, baik oleh Bapak ABD. MALIK, S.Pd.I, Bapak MUHASIR, S.Pd maupun lembaga peneliti lainnya, menyimpulkan keberhasilan Koperasi  MI AL-Faat disebabkan faktor-faktor sebagai berikut :
1.      Figur dan kharisma para pendiri.
2.      Perekrutan figure tokoh masyarakat yang berpengaruh dalam lingkungan business dalam menentukan formasi kepengurusan (manajemen).
3.      Penerapan manajemen yang terbuka dan rasional.
4.      Seleksi yang ketat dalam penerimaan anggota, sehingga mewujudkan anggota yang berpartisipasi aktif dalam segala bentuk kegiatan usaha Koperasi Koperasi Usaha TokoJasa.
5.      Mendekatkan lokasi layanan pada sentra-sentra perdagangan para anggota.
6.      Mengikutsertakan semua pihak dan golongan tanpa membedakan suku, ras, golongan dan agama sehingga dengan kesadarannya tercipta sense of belonging baik dari tingkat anggota dan para pengelolanya.
7.      Performance / penampilan perkantoran yang cukup memadai yang menumbuhkan kepercayaan dengan dukungan sarana dan prasarana yang dapat mempercepat pelayanan.
8.      Berjalannya pengkaderan dari kalangan tua yang memberikan kerpercyaaan / kesempatan kepada yang muda.
9.      Sense of business diantara pengelola, sehingga dapat mengutamakan ketepatan dan kecepatan layanan.
10.  Dukungan yang penuh dari masyarakat lingkungan dan pemerintah.
Tujuan Koperasi  MI AL-Faat
Pembentukan koperasi sekolah disini dilaksanakan dalam rangka menunjang pendidikan siswa dan latihan berkoperasi. Dengan demikian, tujuan pembentukannya tidak terlepas dari tujuan pendidikan dan program pemerintah dalam menanamkan kesadaran berkoperasi sejak dini.

Perangkat Organisasi Koperasi Sekolah  MI AL-FAAT terdiri dari :
• Rapat anggota koperasi sekolah.
• Pengurus koperasi sekolah.
• Pengawas koperasi sekolah
Koperasi di  MI ini bernama “Koperasi  MI Al-Faat” sudah berdiri selama 4 Tahun 3 Bulan, dengan anggota 40 orang.

Dalam aturan pinjaman Koperasi Sekolah

Featured Post

PPDB Penerimaan Peserta Didik Baru Madrasah MI Al Faat Bara-Woja 2024

  Adalah singkatan dari Penerimaan Peserta Didik Baru. Merupakan sebuah halaman web yang digunakan oleh masyarakat dan calon siswa untuk men...

oke